Kratos Terbongkar! Phishing-as-a-Service Indonesia Diduga Serang 7.981 Korban
Bareskrim Polri membongkar Kratos, layanan phishing asal Indonesia yang diduga memiliki 1.784 pelanggan dan berdampak pada 7.981 pihak.--
RIAU, DISWAY.ID – Bareskrim Polri membongkar layanan Phishing-as-a-Service (PhaaS) bernama Kratos yang diduga menjadi mesin serangan siber lintas negara. Platform tersebut diduga mengembangkan, menjual, dan menyediakan dukungan teknis untuk phishing tools kepada para penggunanya.
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menangkap seorang tersangka berinisial MI, 25 tahun, di Pontianak, Kalimantan Barat, pada 11 Juli 2026. Polisi menduga MI berperan sebagai pengembang sekaligus pengelola Kratos.
Kratos Diduga Punya 1.784 Pelanggan
Pengungkapan kasus ini menunjukkan perubahan pola dalam penanganan kejahatan siber. Polisi tidak hanya mengejar pelaku yang melakukan serangan, tetapi juga membongkar pihak yang menyediakan alat dan infrastruktur untuk menjalankan aksi tersebut.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Adex Yudiswan mengatakan, penyidik menemukan Kratos saat mengembangkan perkara phishing sebelumnya. Pengembangan itu berawal dari pengungkapan platform W3LL Store yang telah diproses hukum oleh Bareskrim Polri.
“Dari pengembangan perkara W3LL Store, penyidik menemukan platform lain yang menyediakan phishing tools. Temuan tersebut kemudian didalami hingga mengarah kepada Kratos dan pengembangnya di Indonesia,” kata Adex Yudiswan.
Penyidik kemudian menjalankan penyelidikan siber dan menguji tools tersebut bersama ahli teknologi informasi. Tim juga menelusuri infrastruktur digital, transaksi aset kripto, serta aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas platform.
Hasil penelusuran mengarah kepada MI. Polisi menduga pria tersebut mengembangkan dan mengelola Kratos sekaligus menjual phishing tools dengan sistem pembayaran menggunakan aset kripto.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari FBI, Kratos memiliki lebih dari 1.784 pelanggan. Nilai transaksinya sedikitnya mencapai USD317.074 melalui layanan pembayaran berbasis aset kripto.
7.981 Pihak di Jerman Diduga Terdampak
Skala penggunaan Kratos ternyata tidak berhenti di Indonesia. Pengembangan penyidikan menemukan indikasi serangan yang berkaitan dengan platform tersebut telah menimbulkan korban di sejumlah negara.
Dittipidsiber Bareskrim Polri menemukan korban di Jerman dan Amerika Serikat. Karena itu, penyidik menyampaikan informasi terkait kepada Bundeskriminalamt (BKA) Jerman dan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat.
Informasi dari BKA Jerman menunjukkan sedikitnya 7.981 pihak teridentifikasi terdampak dalam rangkaian serangan yang berkaitan dengan penggunaan Kratos. Korban mencakup pegawai instansi pemerintah, perusahaan, dan organisasi.
Dalam salah satu kasus, pelaku memanfaatkan akses terhadap akun email pimpinan sebuah organisasi untuk mengirimkan faktur palsu. Nilai faktur tersebut mencapai EUR28.146,32.
Sementara itu, informasi FBI mengaitkan Kratos dengan serangan phishing terhadap sebuah instansi pemerintah di Negara Bagian Texas dan sebuah perusahaan di Illinois.
Polisi Bongkar Ekosistem Kejahatan Siber
Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Guntur Muhammad Tariq mengatakan, pertukaran informasi dengan mitra internasional membantu penyidik memahami skala penggunaan Kratos.
Sumber: