Bos Aprilia Yakin Persaingan Bezzecchi dan Martin Akan Semakin Sulit Dikendalikan

Bos Aprilia Yakin Persaingan Bezzecchi dan Martin Akan Semakin Sulit Dikendalikan

Jorge Martin (kiri), Marco Bezzecchi (kanan), Image: @aprilia / Instagram--

riau.disway.id - Persaingan internal di tim Aprilia diprediksi akan semakin menantang seiring berjalannya musim MotoGP 2026. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengakui bahwa duel perebutan gelar antara Marco Bezzecchi dan Jorge Martin berpotensi menciptakan situasi yang sulit dikelola di dalam tim.

Pernyataan tersebut muncul setelah Aprilia meraih hasil bersejarah dengan finis satu-dua pada MotoGP Italia di Mugello. Bezzecchi berhasil meraih kemenangan di depan publik tuan rumah, sementara Martin finis di posisi kedua.

Bezzecchi datang ke balapan utama dengan tekanan besar setelah gagal memaksimalkan hasil Sprint Race. Pembalap Italia itu sempat melakukan kesalahan pengereman pada tikungan pertama saat Sprint sehingga kehilangan peluang meraih hasil lebih baik.

Namun, tekanan tersebut justru memunculkan performa terbaiknya. Bezzecchi tampil dominan pada balapan utama dan mengakhiri rentetan tiga seri tanpa kemenangan.

Rivola memuji kemampuan pembalapnya dalam menghadapi tekanan.

“Setiap kali Bez berada di bawah tekanan besar, dia selalu mampu menunjukkan performa terbaik,” kata Rivola.

Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam perburuan gelar juara dunia yang semakin ketat sepanjang musim.

Di sisi lain, Martin juga menunjukkan konsistensi yang membuat Aprilia optimistis. Juara dunia MotoGP 2024 itu langsung ikut merayakan kemenangan rekan setimnya setelah balapan berakhir.

Rivola menilai Martin berada dalam posisi yang nyaman karena mengetahui dirinya memiliki motor yang kompetitif untuk bersaing di setiap seri.

Selain itu, Martin dinilai memiliki keuntungan dari pengalaman. Pembalap Spanyol tersebut pernah merasakan pahitnya kalah dalam perebutan gelar saat menghadapi Francesco Bagnaia pada musim 2023 sebelum akhirnya menjadi juara dunia bersama Pramac Ducati pada 2024.

“Jorge memiliki keuntungan besar karena pernah memenangkan kejuaraan dan juga pernah kalah dalam perebutan gelar. Dia lebih terbiasa menghadapi situasi seperti ini,” ujar Rivola.

Saat ini suasana di garasi Aprilia masih harmonis karena kedua pembalap sama-sama berada dalam posisi kompetitif. Namun, Rivola menyadari kondisi tersebut kemungkinan tidak akan bertahan selamanya.

Menurutnya, ketika persaingan gelar memasuki fase yang lebih krusial, kepentingan masing-masing pembalap akan semakin besar sehingga potensi gesekan sulit dihindari.

“Sekarang kami memiliki dua pembalap yang bahagia. Cepat atau lambat, salah satu dari mereka tidak akan bahagia, tetapi kami akan berusaha mengelolanya,” tegas Rivola.

Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa Aprilia sudah mulai mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik internal yang sering terjadi ketika dua pembalap dalam satu tim sama-sama memiliki peluang besar menjadi juara dunia.

Dengan performa motor RS-GP yang terus kompetitif dan selisih poin yang masih ketat, duel antara Bezzecchi dan Martin diperkirakan akan menjadi salah satu cerita utama dalam perburuan gelar MotoGP 2026.

Referensi:

  • Crash.net — “Aprilia boss on Bezzecchi, Martin MotoGP title fight: ‘Sooner or later, one won't be happy’”

Sumber: