Marc Marquez Pilih Bermain Aman di Mandalika

Marc Marquez Pilih Bermain Aman di Mandalika

Marc Marquez, Image: @marcmarquez93 / Instagram--

fin.co.id - Marc Marquez memilih mengutamakan keselamatan dan konsistensi saat menghadapi balapan utama MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika. Meski hanya finis keenam, pembalap Ducati Lenovo tersebut menilai hasil itu sudah sesuai harapan karena ia mampu melewati salah satu sirkuit tersulitnya tanpa kehilangan banyak poin dalam perebutan gelar juara dunia.

Marquez menutup akhir pekan di Indonesia dengan kemenangan Sprint Race pada Sabtu dan finis keenam pada balapan utama Minggu. Hasil tersebut membuat posisinya dalam persaingan kejuaraan tetap terjaga, meskipun ia tidak memiliki kecepatan yang cukup untuk menantang Marco Bezzecchi dalam perebutan kemenangan.

Catatan Buruk di Mandalika Akhirnya Terhenti

Mandalika selama beberapa musim terakhir menjadi tantangan tersendiri bagi Marquez. Sejak 2022, ia selalu gagal menyelesaikan balapan utama MotoGP Indonesia di sirkuit tersebut. Karena itu, keberhasilannya mencapai garis finis pada 2026 memiliki arti penting, terlepas dari posisinya yang berada di luar lima besar.

Marquez bahkan mengungkapkan bahwa ia akan menerima hasil akhir pekan tersebut jika seseorang sudah memberitahunya sebelum balapan dimulai. Ia hanya kehilangan tiga poin dari Marco Bezzecchi dan tetap memiliki selisih poin yang sama dengan Jorge Martin dibandingkan sebelum akhir pekan berlangsung.

Situasi itu membuat Marquez merasa hasil yang diraihnya melampaui ekspektasi awal. Ia mampu menjaga konsistensi sepanjang rangkaian balapan, termasuk ketika menghadapi kesulitan pada balapan utama.

Kemenangan Sprint Race juga menjadi modal penting. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Marquez masih mampu bersaing untuk meraih kemenangan dalam format balapan yang lebih pendek, meskipun tantangan pada balapan utama jauh lebih berat.

Penurunan Grip Ban Belakang Menghambat Performa

Kesulitan utama Marquez muncul ketika daya cengkeram ban belakang motornya menurun. Ia mengakui mengalami penurunan grip yang signifikan, sehingga sulit mempertahankan kecepatan seperti yang diharapkannya.

Kondisi tersebut memengaruhi kemampuannya saat berusaha mengikuti ritme para pembalap di depan. Dalam balapan yang berlangsung selama 27 putaran, mempertahankan performa secara konsisten menjadi persoalan berbeda dibandingkan menjaga kecepatan selama beberapa putaran saja.

Marquez sempat merasa mampu mengikuti kecepatan Jorge Martin dalam sejumlah putaran. Namun, ia tidak bisa mempertahankan ritme tersebut hingga akhir balapan.

Marco Bezzecchi akhirnya memenangkan balapan dengan keunggulan lebih dari 10 detik atas Marquez. Jarak tersebut menggambarkan kesulitan pembalap Ducati itu untuk bersaing memperebutkan podium pada hari Minggu.

Marquez menyadari bahwa dirinya masih perlu beradaptasi dengan sejumlah aspek berkendara. Evaluasi tersebut menjadi penting agar ia dapat meningkatkan konsistensi, terutama ketika kondisi ban mulai berubah pada paruh kedua balapan.

Tikungan 10 Menjadi Pertimbangan Strategi

Marquez juga mengambil keputusan untuk tidak memaksakan pengereman di Tikungan 10. Dalam beberapa kesempatan, ia sebenarnya mampu melakukan pengereman lebih lambat ketika menjalani sesi latihan. Namun, situasi balapan utama membuatnya merasa risiko yang harus ditanggung terlalu besar.

Dengan 12 putaran tersisa, ia memperkirakan Pedro Acosta dan Ai Ogura berpotensi melewatinya. Fabio Di Giannantonio juga sempat masuk dalam pertimbangannya, meskipun pembalap tersebut pada akhirnya tidak memberikan tekanan yang sama.

Marquez memilih tidak mengambil risiko tambahan karena merasa keuntungan dari manuver agresif tidak sebanding dengan potensi kerugiannya. Jika kehilangan kendali atau melakukan kesalahan, ia justru berpeluang kehilangan lebih banyak poin.

Sumber: