Era Deschamps Hampir Berakhir
Didier Deschamps, Image: @equipedefrance / Instgram--
A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 121
Backtrace:
File: /var/www/html/riau.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 121
Function: array_multisort
File: /var/www/html/riau.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 359
Function: view
File: /var/www/html/riau.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
riau.disway.id - Perjalanan Didier Deschamps bersama Timnas Prancis tinggal menghitung pertandingan. Pelatih berusia 57 tahun itu telah memastikan akan mengakhiri masa jabatannya setelah Piala Dunia 2026 usai, menutup lebih dari satu dekade kepemimpinannya bersama Les Bleus.
Keputusan tersebut membuat setiap laga di turnamen ini memiliki arti khusus. Prancis kini telah mencapai perempat final dan masih berpeluang mempersembahkan akhir yang sempurna bagi pelatih yang telah membawa mereka meraih berbagai prestasi di panggung internasional.
Jika mampu mengangkat trofi pada edisi 2026, Deschamps akan menutup kariernya sebagai pelatih Timnas Prancis dengan gelar Piala Dunia kedua setelah sukses pada 2018. Itu sekaligus menjadi bintang ketiga bagi Les Bleus sepanjang sejarah.
Dari Kapten Juara Menjadi Pelatih Legendaris
Nama Didier Deschamps sudah menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola Prancis bahkan sebelum menjadi pelatih.
Pada Piala Dunia 1998, ia menjadi kapten saat Prancis meraih gelar juara dunia pertama setelah mengalahkan Brasil di final. Dua dekade kemudian, Deschamps kembali mencatat sejarah ketika membawa negaranya menjadi juara Piala Dunia 2018, kali ini sebagai pelatih.
Tidak banyak tokoh sepak bola yang mampu merasakan kesuksesan terbesar sebagai pemain sekaligus pelatih. Deschamps menjadi salah satu dari sedikit nama yang berhasil melakukannya.
Mengangkat Prancis Menjadi Kekuatan Dunia
Selama era Deschamps, Prancis berkembang menjadi salah satu negara paling konsisten di Piala Dunia.
Les Bleus berhasil menembus perempat final dalam empat edisi Piala Dunia secara beruntun. Selain itu, mereka juga terus menjadi kandidat kuat juara berkat kombinasi pemain muda dan senior yang mampu dibangun Deschamps dalam setiap generasi.
Di bawah arahannya, Prancis juga bergabung dengan Brasil, Jerman, dan Argentina sebagai negara yang mampu mencetak sedikitnya 150 gol sepanjang sejarah Piala Dunia. Pencapaian tersebut menunjukkan konsistensi Les Bleus di level tertinggi selama beberapa dekade.
Sosok yang Mampu Menyatukan Tim
Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menilai keberhasilan Deschamps berasal dari kemampuannya membangun kebersamaan di dalam tim.
"Seorang pemimpin adalah orang yang membuat orang lain menjadi lebih baik daripada yang mereka bayangkan," ujar Wenger saat membahas kepemimpinan Deschamps.
Pendapat serupa disampaikan Thierry Henry. Menurut legenda Prancis tersebut, keberhasilan Deschamps tidak bisa dijelaskan hanya dengan keberuntungan.
"Dia adalah seorang serial winner. Tidak mudah menyatukan begitu banyak pemain hebat dalam satu tim, tetapi dia mampu melakukannya," kata Henry.
Pemain Ingin Mengakhiri Era Deschamps dengan Gelar
Kapten Prancis, Kylian Mbappe, tidak menutupi ambisinya untuk memberikan hadiah terbaik bagi sang pelatih.
"Cara terbaik menghormatinya adalah memenangkan turnamen ini karena dia mencintai kemenangan. Kami akan melakukan segalanya agar dia memiliki Piala Dunia terbaik," ujar Mbappe.
Pernyataan tersebut memperlihatkan besarnya pengaruh Deschamps di ruang ganti. Bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai pemimpin yang dihormati oleh para pemainnya.
Penutup
Didier Deschamps akan meninggalkan Timnas Prancis dengan warisan yang sulit ditandingi. Ia berhasil membawa negaranya meraih gelar Piala Dunia sebagai kapten dan pelatih, membangun budaya juara, serta menjadikan Les Bleus sebagai salah satu kekuatan paling konsisten di sepak bola dunia.
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan terakhir bagi Deschamps untuk menambah satu lagi bab bersejarah dalam kariernya. Apa pun hasil akhirnya nanti, namanya sudah dipastikan akan selalu dikenang sebagai salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Prancis.
Referensi:
- FIFA. "How Deschamps Changed Everything for France."
Sumber: