Arsenal Tak Boleh Menyesal jika Gagal Juara
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, Image: @mikelarteta / Instagram--
A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag
Filename: frontend/detail-artikel.php
Line Number: 121
Backtrace:
File: /var/www/html/riau.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 121
Function: array_multisort
File: /var/www/html/riau.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 359
Function: view
File: /var/www/html/riau.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once
riau.disway.id - Arsenal menghadapi momen yang jarang terjadi dalam sejarah modern mereka. Setelah imbang 0‑0 melawan Nottingham Forest, posisi tim tetap nyaman di puncak klasemen Premier League dengan keunggulan tujuh poin. Keadaan ini memberi Arsenal kendali penuh atas nasib mereka sendiri, sebuah peluang yang mungkin tidak akan datang kembali dalam beberapa musim mendatang.
Pesaing Gagal Memberikan Tekanan
Manchester City, yang selama ini dianggap rival utama, justru menunjukkan inkonsistensi dengan kekalahan dalam derby melawan Manchester United. Liverpool, sang juara bertahan, juga tampil mengecewakan dengan hasil imbang yang terus menumpuk. Kegagalan para pesaing ini membuat jalur Arsenal ke gelar semakin jelas, namun juga menambah tekanan: jika kesempatan ini gagal dimanfaatkan, penyesalan akan menjadi nyata bagi klub dan penggemar.
Kekuatan Pertahanan Jadi Modal Utama
Arsenal sempat menunjukkan tanda-tanda keraguan saat melawan Nottingham Forest, dengan lini serang tidak mampu menembus pertahanan lawan. Namun, pertahanan yang rapat dan konsistensi meraih poin tetap menjadi keunggulan utama. Seperti dikutip dari BBC, “Arsenal will never forgive themselves if they don’t win title now,” menegaskan bahwa musim ini adalah momen now or never bagi Arteta dan skuadnya.
Hambatan dari Klub Lain
Aston Villa yang sempat tampil impresif di kandang justru kalah dari Everton, sementara Manchester City hanya meraih tiga poin dari empat pertandingan terakhir. Liverpool, yang sempat mendominasi beberapa musim sebelumnya, kini tertinggal jauh. Keadaan ini membuat peluang Arsenal untuk meraih gelar semakin kuat, tetapi juga menuntut konsistensi tinggi hingga akhir musim.
Tekanan dan Kesempatan di Musim Ini
Mikel Arteta memiliki skuad yang lengkap, dengan pertahanan solid dan kualitas pemain di setiap lini. Arsenal kini berada di persimpangan penting: setiap kemenangan dan keputusan di lapangan menjadi penentu apakah musim ini akan dikenang sebagai keberhasilan atau menimbulkan penyesalan mendalam. Tekanan dari rival yang gagal menunjukkan konsistensi harus dimanfaatkan sebagai motivasi tambahan bagi Arsenal untuk tetap fokus.
Kesimpulan: Musim Now or Never
Musim ini adalah kesempatan terbaik Arsenal untuk mengakhiri penantian gelar sejak era The Invincibles 2004. Dengan posisi di puncak, pesaing yang inkonsisten, dan kekuatan skuad yang solid, tim ini memiliki kendali penuh atas nasib mereka. Gagal meraih gelar di musim ini bukan sekadar kehilangan trofi, tetapi juga akan menjadi penyesalan besar bagi manajer, pemain, dan penggemar yang telah menunggu selama lebih dari dua dekade.
Referensi:
‘Arsenal will never forgive themselves if they don’t win title now’, BBC Sport
Sumber: