Mengapa Real Madrid Sulit Dikelola? Pundit Ini Punya Pandangannya

Mengapa Real Madrid Sulit Dikelola? Pundit Ini Punya Pandangannya

Xabi Alonso, Image: xabialonso / Instagram--

riau.disway.id - Xabi Alonso hanya bertahan tujuh setengah bulan sebagai pelatih Real Madrid, dan perjalanannya menyoroti tantangan besar menjadi manajer di Santiago Bernabeu.

Pundit sepak bola Guillem Balague menekankan bahwa nasib Alonso bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga terkait budaya klub, struktur manajemen, dan dinamika pemain yang membuat filosofi permainannya sulit diterapkan.

Alonso menghadapi tekanan dari berbagai sisi, termasuk ketidakpercayaan manajemen dan fokus pemain pada kepentingan individu, sehingga perubahan besar menjadi hampir mustahil.

Tekanan Manajemen dan Hambatan Filosofi

Menurut Balague, Alonso tidak pernah memiliki kendali penuh sejak awal. Florentino Perez menyetujui penunjukannya, tetapi tanpa keyakinan penuh terhadap kemampuan manajer baru. Alonso ingin memulai masa jabatannya setelah Club World Cup, namun klub tidak mengizinkan diskusi tersebut. Permintaan perekrutan seperti Martin Zubimendi tidak dipenuhi, sementara pemain baru yang diharapkan memberi kontribusi signifikan, seperti Franco Mastantuono, gagal memberikan dampak nyata.

Cedera yang melanda lini pertahanan dan ketidakdisiplinan beberapa pemain juga menjadi hambatan tersendiri. Vinicius Junior mengalami penurunan performa dan bereaksi terhadap pergantian di El Clasico, sedangkan Federico Valverde lebih fokus pada posisi bermainnya daripada kebutuhan tim.

Mbappe, meskipun menjadi pemain kunci, terkadang bermain untuk mengejar rekor pribadi ketimbang fokus pada pemulihan dan keseimbangan tim. Balague menekankan bahwa kondisi ini membuat Alonso kesulitan menegakkan gaya permainan kolektif yang menekankan tekanan tinggi, tempo cepat, dan penempatan posisi yang konsisten.

Hasil Tim dan Ketidakpercayaan

Meski menghadapi hambatan, Real Madrid tidak sepenuhnya gagal di bawah Alonso. Tim berhasil lolos ke babak berikutnya Copa del Rey, berada empat poin di belakang Barcelona di La Liga, dan menang dalam pertemuan langsung melawan rival tersebut pada Oktober.

Balague menekankan bahwa perpisahan Alonso lebih disebabkan oleh ketidakpercayaan manajemen daripada performa tim. Keputusan resmi menyebut “mutual agreement”, tetapi mencerminkan dinamika internal klub yang kompleks, di mana manajer memiliki ruang gerak terbatas.

Budaya Klub dan Tantangan Transformasi

Balague juga menyoroti bahwa Real Madrid dikenal sebagai klub yang sulit menerima perubahan dari manajer, terutama yang ingin menerapkan filosofi modern dan kolektif. Tradisi pemain berbakat individu dan budaya lama klub sering mengalahkan filosofi permainan manajer baru.

Alonso, meskipun merupakan legenda klub, menghadapi kenyataan bahwa membangun kolektivitas dan menanamkan disiplin tim di Bernabeu adalah tugas yang hampir mustahil. Hal ini menjadi faktor utama masa jabatannya yang singkat.

Kesimpulan

Kasus Xabi Alonso menunjukkan bahwa di klub besar, keberhasilan manajer tidak hanya diukur dari hasil di lapangan, tetapi juga dari kemampuan menghadapi budaya klub dan tekanan internal.

Balague menekankan bahwa Real Madrid memiliki dinamika yang membuat manajer kesulitan menerapkan filosofi permainan. Alonso menghadapi tantangan tersebut tanpa dukungan penuh, sehingga meskipun beberapa hasil positif diraih, perpisahannya hampir tidak terelakkan.

Referensi

  1. “Manager Alonso leaves Real Madrid as Arbeloa takes charge” – BBC News

  2. “'Give Alonso time' - but Man City visit could be pivotal” – BBC News

  3. Real Madrid former boss Xabi Alonso” – BBC News

Sumber: