Cilacap Jadi Episentrum Jejak Keberlanjutan Pertamina

Cilacap Jadi Episentrum Jejak Keberlanjutan Pertamina

Pertamina jadikan Cilacap pusat inovasi energi hijau lewat Jejak Keberlanjutan, dari SAF minyak jelantah hingga konservasi mangrove.--

RIAU, DISWAY.ID – Cilacap kini tidak hanya dikenal sebagai lokasi kilang minyak terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi panggung utama lahirnya berbagai inovasi energi ramah lingkungan. Melalui program Jejak Keberlanjutan Pertamina, kawasan ini diproyeksikan sebagai model transformasi energi nasional yang terintegrasi.

inovasi energi Ramah Lingkungan di RU IV

Dalam ajang Jejak Keberlanjutan Series #2 di Refinery Unit IV (RU IV) Pertamina, sejumlah terobosan ditampilkan, mulai dari Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan baku minyak jelantah, pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 2,3 MWp, hingga pemanfaatan panas sisa produksi untuk efisiensi operasional kilang.

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menekankan bahwa SAF merupakan bukti nyata kreativitas anak bangsa dalam mengubah limbah menjadi energi bernilai tinggi. “Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap tidak berguna, kini bisa menopang transisi energi dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya.

Cilacap Jadi Pusat Transformasi Energi

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menambahkan alasan dipilihnya Cilacap. “RU IV bukan hanya kilang terbesar dan penghasil avtur utama, tapi juga pusat lahirnya inovasi keberlanjutan. Jejak Keberlanjutan adalah budaya baru yang ingin kita tanamkan,” jelasnya.

Dampak Sosial dan Lingkungan

Selain aspek teknis, program ini turut menyasar lingkungan dan sosial masyarakat. Pertamina menginisiasi konservasi mangrove, pemberdayaan bank sampah, hingga desa energi mandiri. Sebagai penutup, Pertamina Foundation bersama jajaran direksi melakukan penanaman 800 mangrove di wilayah pesisir Cilacap.

Komitmen Net Zero Emission 2060

Seluruh langkah ini sejalan dengan target net zero emission 2060. Pertamina berkomitmen menjadikan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) sebagai DNA bisnis, sekaligus menjadikan Cilacap sebagai bukti bahwa keberlanjutan dan industri bisa berjalan beriringan. (*)

Sumber: