WHO Sebut Risiko Wabah Hantavirus dari MV Hondius Masih Rendah

WHO Sebut Risiko Wabah Hantavirus dari MV Hondius Masih Rendah

Hantavirus, Image: DALL·E 3--

riau.disway.id - Kasus hantavirus yang muncul di kapal pesiar MV Hondius terus menjadi perhatian internasional setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menegaskan belum ada tanda bahwa situasi tersebut berkembang menjadi wabah besar lintas negara.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers di Madrid. Ia menyebut kondisi saat ini masih terkendali walaupun kemungkinan munculnya kasus tambahan tetap terbuka karena masa inkubasi virus yang cukup panjang.

“Kami belum melihat tanda awal terjadinya wabah yang lebih besar,” ujar Tedros.

Namun WHO tetap meminta negara-negara terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap penumpang, kru kapal, serta kontak erat yang berpotensi terpapar virus.

Penumpang dari Berbagai Negara Jalani Pemeriksaan

MV Hondius sebelumnya berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada awal April dengan membawa penumpang dan kru dari puluhan negara. Setelah muncul kasus penyakit misterius di tengah pelayaran, proses evakuasi dilakukan secara bertahap di beberapa wilayah.

WHO mengonfirmasi sedikitnya sembilan kasus hantavirus telah terdeteksi. Dua kasus lainnya masih dalam tahap pemeriksaan.

Seorang perempuan asal Prancis kini menjalani perawatan intensif di Paris dengan bantuan paru-paru buatan akibat kondisi pernapasan yang memburuk. Sementara pasien asal Spanyol dilaporkan hanya mengalami gejala ringan.

Di Belanda, rumah sakit di Nijmegen mengkarantina 12 tenaga medis sebagai langkah pencegahan setelah mereka menangani salah satu pasien tanpa perlindungan penuh terhadap cairan tubuh pasien.

Hantavirus Diduga Berasal dari Amerika Selatan

WHO menduga penularan awal kemungkinan berkaitan dengan Andes strain hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan. Jenis virus ini dikenal berbeda dibanding hantavirus lain karena dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.

Secara umum, hantavirus biasa menyebar melalui paparan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat seperti tikus.

Gejala penyakit ini meliputi demam, nyeri otot, kelelahan berat, sakit perut, muntah, diare, hingga gangguan pernapasan serius. Pada kasus berat, pasien dapat mengalami kegagalan paru-paru yang mengancam jiwa.

WHO sebelumnya juga telah menegaskan bahwa peluang terjadinya pandemi global akibat kasus ini masih sangat kecil.

Kapal Menuju Rotterdam untuk Proses Sanitasi

Setelah seluruh penumpang dievakuasi, kapal MV Hondius kini berlayar menuju Rotterdam, Belanda. Operator kapal, Oceanwide Expeditions, mengatakan kapal akan menjalani proses sanitasi menyeluruh setibanya di pelabuhan.

Sebagian kru masih berada di atas kapal untuk membantu perjalanan menuju Belanda. Mereka berasal dari beberapa negara termasuk Filipina, Ukraina, Polandia, Rusia, dan Belanda.

Pemerintah Ukraina memastikan kru asal negaranya tidak menunjukkan gejala penyakit dan akan langsung menjalani karantina setelah tiba.

Negara-negara Eropa Tingkatkan Kewaspadaan

Kasus di MV Hondius membuat sejumlah negara Eropa memperketat pemantauan kesehatan terhadap warganya yang ikut dalam pelayaran tersebut.

Prancis menyatakan kondisi nasional masih terkendali meski ada pasien dalam kondisi kritis. Italia juga mulai memeriksa seorang pria yang memiliki gejala setelah melakukan perjalanan bersama salah satu korban meninggal.

Sementara itu, otoritas kesehatan di berbagai negara masih melakukan pelacakan kontak guna memastikan tidak ada penyebaran lanjutan.

Penutup

Kasus hantavirus di MV Hondius menjadi salah satu insiden kesehatan internasional yang paling disorot dalam beberapa pekan terakhir. Kematian beberapa penumpang dan penyebaran kasus ke berbagai negara membuat WHO terus melakukan pemantauan intensif.

Meski begitu, WHO memastikan hingga kini belum ditemukan indikasi wabah besar sedang terjadi. Pengawasan ketat, karantina, dan pemeriksaan kesehatan masih menjadi langkah utama untuk mencegah penyebaran virus lebih luas.

Short tail keywords: hantavirus, WHO, MV Hondius, virus mematikan, kapal pesiar

Long tail keywords: WHO pantau kasus hantavirus, wabah hantavirus kapal pesiar, penumpang MV Hondius dikarantina, kasus hantavirus di Eropa, risiko penyebaran hantavirus global

Referensi:

  • BBC News — “No sign of larger hantavirus outbreak, says UN health agency”

Sumber: