Selai Kacang dan 10 Manfaat Kesehatan yang Didukung Penelitian Ilmiah
Selai Kacang, Image: Roman Odinstov / Pexels--
riau.disway.id - Selai kacang tidak hanya menjadi camilan favorit karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan bermanfaat bagi tubuh. Produk yang terbuat dari kacang tanah ini kaya protein, lemak sehat, serat, vitamin, dan mineral, menjadikannya lebih dari sekadar pelengkap roti atau smoothie.
Sejumlah penelitian internasional telah meneliti efek konsumsi kacang tanah dan Selai kacang terhadap kesehatan manusia. Nutrisi di dalamnya terbukti berperan pada kesehatan jantung, kontrol gula darah, fungsi otak, pengelolaan berat badan, hingga sistem pencernaan. Berikut adalah 10 manfaat kesehatan Selai kacang yang telah didukung oleh bukti ilmiah:
1. Menjaga kesehatan jantung
Lemak tak jenuh tunggal dan ganda pada Selai kacang membantu menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan HDL, sehingga mendukung kesehatan jantung.
-
Penelitian American Journal of Clinical Nutrition (2009) menunjukkan konsumsi kacang secara rutin dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
2. Menstabilkan Gula Darah
Kandungan protein, serat, dan lemak sehat membantu menahan lonjakan gula darah setelah makan.
-
Diabetes Care (2011) melaporkan bahwa konsumsi kacang tanah dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada orang dengan pra-diabetes.
3. Membantu Pengaturan Berat Badan
Meskipun tinggi kalori, protein dan lemak sehat dalam Selai kacang meningkatkan rasa kenyang, sehingga membantu mengontrol asupan kalori.
-
Studi Journal of Nutrition (2003) menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kacang memiliki indeks massa tubuh lebih rendah.
4. Antioksidan Alami
Polifenol dan resveratrol pada Selai kacang berfungsi melindungi sel dari stres oksidatif dan kerusakan akibat radikal bebas.
-
Nutrition Research (2015) menyebutkan bahwa resveratrol dari kacang tanah mendukung kesehatan jantung dan metabolisme sel.
5. Mendukung Fungsi otak
Vitamin E, niacin, dan lemak tak jenuh berperan dalam menjaga kesehatan saraf dan memori.
-
Penelitian Neurology (2014) menunjukkan konsumsi kacang dapat menurunkan risiko penurunan kognitif pada lansia.
6. Mengurangi Peradangan
Kandungan Antioksidan dan lemak sehat membantu menurunkan peradangan dalam tubuh.
-
American Journal of Clinical Nutrition (2012) menemukan konsumsi kacang secara rutin menurunkan kadar C-reactive protein (CRP).
7. Memperkuat Tulang
Magnesium dan fosfor yang terdapat dalam Selai kacang berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang.
-
Journal of Bone and Mineral Research (2010) menunjukkan magnesium mendukung kekuatan tulang dan metabolisme kalsium.
8. Menjaga kesehatan Kulit
Vitamin E bertindak sebagai Antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan sinar UV.
-
Penelitian Dermato-Endocrinology (2012) menyatakan vitamin E membantu menjaga elastisitas dan kesehatan kulit.
9. Memberikan Energi Stabil
Kombinasi protein, lemak, dan serat memberikan energi lambat dan menjaga rasa kenyang lebih lama.
-
Studi Appetite (2013) menunjukkan bahwa konsumsi kacang meningkatkan energi stabil dibandingkan camilan tinggi gula.
10. Mendukung kesehatan Pencernaan
Serat dalam Selai kacang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, yang berperan penting bagi metabolisme dan kekebalan tubuh.
-
Journal of Nutritional Biochemistry (2017) melaporkan bahwa konsumsi kacang tanah meningkatkan mikrobiota usus sehat.
Kesimpulan
Selai kacang adalah pilihan cerdas bagi mereka yang ingin camilan sehat sekaligus bergizi.
Dengan konsumsi moderat, terutama versi tanpa tambahan gula atau minyak terhidrogenasi, Selai kacang dapat memberikan manfaat nyata bagi jantung, gula darah, berat badan, fungsi otak, peradangan, tulang, kulit, energi, dan pencernaan.
Bukti ilmiah modern menegaskan bahwa Selai kacang lebih dari sekadar makanan lezat, tetapi juga alat untuk mendukung kesehatan sehari-hari.
Referensi
-
American Journal of Clinical Nutrition, 2009 & 2012
-
Diabetes Care, 2011
-
Journal of Nutrition, 2003
-
Nutrition Research, 2015
-
Neurology, 2014
-
Journal of Bone and Mineral Research, 2010
-
Dermato-Endocrinology, 2012
-
Appetite, 2013
-
Journal of Nutritional Biochemistry, 2017
Sumber: