Gempa 4,8 Guncang Granada, Warga Berhamburan dan Alhambra Ditutup
Gempa di Granada: DALLĀ·E 3--
Penutupan sementara menjadi penting karena pemeriksaan terhadap bangunan bersejarah memerlukan perhatian khusus. Struktur tua memiliki karakteristik berbeda dibandingkan bangunan modern, termasuk material dan elemen dekoratif yang mungkin lebih rentan terhadap getaran.
Aktivitas Gempa Sudah Terjadi Sejak Beberapa Hari
Gempa magnitudo 4,8 tersebut terjadi di tengah rangkaian aktivitas seismik yang sudah dirasakan di kawasan Granada sejak Jumat.
Menurut laporan yang dikutip BBC, IGN menyebut sejumlah gempa dangkal telah terjadi di wilayah tersebut dan getarannya dirasakan oleh masyarakat.
Kondisi seperti ini dikenal sebagai rangkaian gempa atau seismic sequence. Dalam suatu rangkaian aktivitas seismik, beberapa gempa dapat terjadi dalam periode tertentu di wilayah yang berdekatan.
Wilayah Granada sendiri memang memiliki sejarah aktivitas gempa. Data IGN mengenai aktivitas seismik di kawasan Vega de Granada menunjukkan bahwa wilayah tersebut termasuk salah satu kawasan dengan bahaya seismik relatif tinggi di Semenanjung Iberia. Catatan sejarah juga menunjukkan pernah terjadi rangkaian gempa dengan magnitudo sedang yang menimbulkan kerusakan di kawasan Granada.
Kecepatan Metro Granada Dikurangi
Dampak gempa juga membuat operator metro Granada mengambil langkah pengamanan.
Kecepatan kereta dikurangi menjadi sekitar 30 kilometer per jam. Operator memperingatkan bahwa keputusan tersebut dapat menyebabkan keterlambatan perjalanan.
Pengurangan kecepatan merupakan salah satu bentuk tindakan kehati-hatian setelah gempa. Infrastruktur transportasi perlu diperiksa untuk memastikan tidak terdapat masalah yang dapat membahayakan perjalanan kereta.
Langkah semacam ini juga menunjukkan bahwa respons terhadap gempa tidak hanya berfokus pada bangunan yang terlihat mengalami kerusakan. Infrastruktur publik yang tetap beroperasi juga perlu mendapatkan perhatian.
Mengapa Gempa Magnitudo 4,8 Bisa Terasa Kuat?
Magnitudo bukan satu-satunya faktor yang menentukan seberapa kuat sebuah gempa dirasakan manusia.
Kedalaman gempa, jarak dari pusat gempa, kondisi tanah dan karakteristik bangunan semuanya dapat memengaruhi dampak di permukaan. Gempa yang relatif dangkal dan terjadi dekat kawasan berpenduduk dapat menghasilkan guncangan yang terasa kuat meskipun magnitudonya berada di bawah kategori gempa besar.
Dalam kasus Granada, pusat gempa berada kurang dari 10 kilometer di bawah permukaan. Lokasinya yang relatif dekat dengan kota membuat guncangan dapat dirasakan secara jelas oleh masyarakat.
Itulah sebabnya angka magnitudo sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk memperkirakan dampak sebuah gempa terhadap masyarakat.
Warga Diingatkan Menghadapi Gempa Susulan
Setelah gempa utama, kemungkinan terjadinya guncangan susulan menjadi salah satu perhatian masyarakat dan otoritas setempat.
Gempa susulan biasanya memiliki magnitudo lebih kecil dibandingkan gempa utama, meskipun tidak selalu demikian. Rangkaian guncangan dapat berlangsung selama beberapa waktu setelah gempa utama.
Sumber: