X Hadirkan Aplikasi Android Baru, Dibangun Ulang demi Performa Lebih Kencang

X Hadirkan Aplikasi Android Baru, Dibangun Ulang demi Performa Lebih Kencang

HP, Image: Averyanovphoto / Pixabay--

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: array_multisort(): Argument #1 is expected to be an array or a sort flag

Filename: frontend/detail-artikel.php

Line Number: 121

Backtrace:

File: /var/www/html/riau.disway.id/application/views/frontend/detail-artikel.php
Line: 121
Function: array_multisort

File: /var/www/html/riau.disway.id/application/controllers/Frontend.php
Line: 359
Function: view

File: /var/www/html/riau.disway.id/index.php
Line: 317
Function: require_once

riau.disway.id - Pengguna Android kini dapat merasakan pengalaman baru saat menggunakan aplikasi X. Platform media sosial milik Elon Musk tersebut resmi meluncurkan versi Android yang telah dibangun ulang sepenuhnya, sebuah proyek besar yang dikerjakan selama hampir satu tahun.

Alih-alih sekadar memberikan pembaruan rutin, X memilih merancang ulang aplikasi dari awal dengan fondasi teknologi yang lebih modern. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala performa yang selama ini dikeluhkan pengguna Android sekaligus mempercepat pengembangan fitur baru di masa mendatang.

Aplikasi Dirancang Ulang dengan Teknologi Modern

Tim Engineering X menjelaskan bahwa aplikasi Android terbaru dikembangkan menggunakan Kotlin dan Jetpack Compose sebagai fondasi utamanya. Dengan arsitektur baru tersebut, perusahaan mengklaim aplikasi mampu memberikan pengalaman yang lebih responsif dalam berbagai aktivitas.

Pengguna disebut akan merasakan peningkatan pada kecepatan membuka aplikasi, proses memuat konten yang lebih singkat, pergerakan saat menggulir linimasa yang lebih halus, hingga sistem notifikasi yang lebih andal.

Menurut X, pembaruan ini bukan hanya meningkatkan kenyamanan penggunaan sehari-hari, tetapi juga menjadi dasar untuk menghadirkan inovasi lebih cepat pada versi Android.

Android Menjadi Prioritas Baru

Kepala Produk X, Nikita Bier, mengatakan proyek pembangunan ulang aplikasi Android merupakan salah satu pekerjaan rekayasa terbesar yang pernah dilakukan perusahaan.

Ia menjelaskan bahwa fondasi baru memungkinkan tim pengembang menambahkan berbagai fitur tanpa harus bergantung pada sistem lama yang dinilai sudah tidak lagi efisien.

Sebelumnya, Bier juga pernah mengungkapkan bahwa perusahaan membentuk tim khusus untuk meningkatkan kualitas aplikasi Android setelah melihat tingginya jumlah unduhan platform tersebut di perangkat Android.

Performa Android Sempat Tertinggal

Selama beberapa tahun terakhir, aplikasi Android X dianggap belum mampu memberikan pengalaman yang setara dengan versi iOS. Bahkan, pada beberapa kondisi, pengguna sempat mengalami gangguan ketika membuka tautan menuju unggahan di X karena konten gagal dimuat.

Melalui pembaruan terbaru ini, perusahaan berharap dapat mengembalikan kepercayaan pengguna Android sekaligus memperkuat posisinya di pasar global, mengingat Android masih menjadi sistem operasi seluler yang paling banyak digunakan.

Sejumlah Fitur Baru Masih Dalam Pengembangan

Meski versi terbaru sudah tersedia, X mengakui masih ada beberapa penyempurnaan yang sedang dikerjakan. Optimalisasi performa pada perangkat Android dengan spesifikasi lebih lama menjadi salah satu fokus berikutnya.

Selain itu, dukungan untuk fitur Spaces juga sedang dipersiapkan. X turut memastikan beberapa fitur lain akan segera menyusul ke Android, seperti editor video baru, react with video, cashtags, serta custom timelines.

Pengguna yang ingin mencoba pengalaman terbaru tersebut cukup memperbarui aplikasi X melalui Google Play Store ke versi paling baru yang telah tersedia.

Pembaruan Jadi Fondasi Pengembangan Selanjutnya

Pembangunan ulang aplikasi Android menunjukkan keseriusan X dalam meningkatkan kualitas layanan di luar ekosistem iPhone. Dengan arsitektur yang lebih modern, perusahaan berharap proses pengembangan fitur baru dapat berlangsung lebih cepat sekaligus memberikan pengalaman yang lebih stabil bagi jutaan pengguna Android di seluruh dunia.

Referensi:

  • TechCrunch

Sumber: