Sebagian pengguna memiliki kebiasaan menyalin dokumen ke flash drive, hard disk eksternal, atau komputer lain. Salinan tersebut dapat menjadi solusi paling sederhana ketika file asli terhapus.
Periksa juga layanan pencadangan yang digunakan pada perangkat. Foto di ponsel, misalnya, mungkin masih tersimpan dalam cadangan meskipun salinan lokalnya telah hilang.
Sebelum memulihkan cadangan, pastikan salinan yang tersedia memang memuat file yang dibutuhkan. Perhatikan pula bahwa proses sinkronisasi dapat menyebarkan penghapusan ke perangkat lain, bergantung pada layanan dan pengaturannya.
4. Perangkat Lunak Pemulihan Data
Jika file tidak ditemukan di folder sampah atau cadangan, perangkat lunak pemulihan dapat digunakan untuk memindai media penyimpanan.
Beberapa pilihan yang dikenal antara lain Recuva untuk Windows serta PhotoRec yang mendukung berbagai jenis media penyimpanan dan sistem operasi.
Aplikasi tersebut tidak dapat menjamin semua file akan kembali. Hasilnya bergantung pada kondisi data, jenis media, serta apakah bagian penyimpanan yang digunakan file tersebut masih tersedia.
Sebaiknya unduh aplikasi dari sumber resminya. Jika memungkinkan, jangan memasang aplikasi pemulihan pada drive yang sama dengan lokasi file yang hilang. Simpan hasil pemulihan pada media penyimpanan lain agar tidak meningkatkan risiko menimpa data yang sedang dicari.
Mengapa File yang Dihapus dari SSD Lebih Sulit Dikembalikan?
Salah satu hal yang perlu dipahami adalah perbedaan antara HDD dan SSD.
HDD menyimpan data pada piringan magnetik. Ketika file dihapus, data tersebut dapat tetap berada di piringan sampai ruangnya digunakan kembali atau data dihapus melalui proses tertentu.
SSD menggunakan memori flash dan memiliki mekanisme pengelolaan blok penyimpanan yang berbeda. Salah satunya adalah TRIM, yaitu mekanisme yang memungkinkan sistem operasi memberi tahu SSD bahwa blok data tertentu tidak lagi diperlukan.
Informasi tersebut membantu SSD mengelola ruang penyimpanan secara efisien. Namun, dalam konteks pemulihan file, TRIM dapat mengurangi peluang untuk mengembalikan data yang sudah dihapus.
Selain itu, SSD dapat menjalankan proses pembersihan internal atau garbage collection. Pada perangkat yang menggunakan enkripsi, akses terhadap data yang tersisa juga dapat bergantung pada kunci enkripsi yang masih tersedia.
Artinya, tidak semua file yang baru dihapus dari SSD dapat dipulihkan hanya karena belum ada file baru yang disimpan oleh pengguna.
Apakah Aplikasi Pemulihan Data Bisa Mengembalikan Semua File?
Jawabannya tidak. Aplikasi pemulihan bekerja berdasarkan data yang masih dapat ditemukan dan dibaca, bukan dengan menciptakan kembali informasi yang sudah benar-benar hilang.
Ada beberapa kondisi yang membuat pemulihan lebih sulit, seperti data yang sudah tertimpa, proses penghapusan aman, kerusakan fisik media penyimpanan, atau mekanisme enkripsi tertentu.
Pengguna juga perlu berhati-hati terhadap aplikasi yang menjanjikan pemulihan seluruh file dengan tingkat keberhasilan 100 persen. Tidak ada perangkat lunak yang dapat menjamin hasil tersebut untuk semua jenis perangkat dan kondisi kehilangan data.