Salah satu cara untuk mengurangi kebiasaan tersebut adalah membuat rutinitas malam yang konsisten. Selesaikan tugas penting lebih awal jika memungkinkan, kurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur, dan hindari membaca informasi yang membuat pikiran semakin tegang.
Sebelum beristirahat, tuliskan hal-hal yang masih mengganggu pikiran. Jika ada tugas yang perlu diselesaikan keesokan hari, catat langkah pertama yang akan dilakukan. Cara ini dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk terus mengingat dan memikirkan semuanya di tempat tidur.
Jika belum bisa tidur, jangan memaksa diri untuk segera terlelap. Lakukan aktivitas tenang dalam pencahayaan redup sampai rasa kantuk muncul kembali.
Tidur yang cukup mendukung konsentrasi dan pengaturan emosi. Sebaliknya, kurang tidur dapat membuat seseorang lebih sulit menghadapi tekanan dan mengelola perasaan cemas.
8. Bangun Dukungan Sosial dan Jangan Ragu Meminta Bantuan
Menghadapi kecemasan seorang diri dapat terasa berat, terutama ketika pikiran negatif terus berulang dan sulit dihentikan. Berbicara dengan seseorang yang dipercaya bisa membantu mengurangi perasaan terisolasi serta memberikan sudut pandang lain terhadap masalah yang sedang dihadapi.
Pilih orang yang dapat mendengarkan tanpa langsung menghakimi. Tidak semua percakapan harus menghasilkan solusi. Terkadang, kesempatan untuk menceritakan apa yang dirasakan sudah membantu seseorang memahami masalahnya dengan lebih jelas.
Jika kecemasan berlangsung lama, sulit dikendalikan, atau mulai mengganggu pekerjaan, hubungan, tidur, dan aktivitas sehari-hari, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.
Gangguan kecemasan dapat ditangani melalui intervensi psikologis yang sesuai. Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat merekomendasikan pengobatan setelah melakukan pemeriksaan.
Apabila kecemasan disertai pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau merasa tidak mampu menjaga keselamatan diri, segera cari bantuan dari tenaga kesehatan atau layanan kegawatdaruratan dan mintalah orang tepercaya untuk mendampingi.
Mengapa Overthinking Tidak Bisa Selalu Dihilangkan dengan Berpikir Positif?
Berpikir positif dapat membantu sebagian orang melihat peluang dan menghadapi masalah dengan lebih optimistis. Namun, kecemasan bukan sekadar akibat kurangnya pikiran positif.
Kecemasan melibatkan proses psikologis dan respons tubuh terhadap ancaman atau ketidakpastian. Karena itu, seseorang yang mengalami kecemasan tidak cukup hanya diminta berhenti khawatir atau mengubah pikirannya menjadi positif.
Pendekatan yang lebih realistis adalah belajar mengenali pikiran yang tidak membantu, menilai situasi berdasarkan bukti, mengembangkan keterampilan mengelola stres, dan mencari bantuan apabila diperlukan.
Menurut World Health Organization (WHO), gangguan kecemasan merupakan kondisi kesehatan mental yang dapat memengaruhi fungsi sehari-hari dan memiliki pilihan penanganan yang efektif. Terapi psikologis, termasuk pendekatan berbasis terapi perilaku kognitif, menjadi salah satu pilihan penanganan yang didukung bukti ilmiah.
Hal ini menunjukkan bahwa kecemasan bukan persoalan yang harus selalu diselesaikan melalui kemauan pribadi semata. Dukungan dan penanganan yang tepat juga memiliki peran penting.
Penutup
Mengatasi overthinking dan kecemasan membutuhkan proses yang berbeda bagi setiap orang. Mengurangi tuntutan untuk selalu mendapatkan kepastian, mengubah kekhawatiran menjadi tindakan, mengevaluasi pikiran negatif, serta menjaga rutinitas tidur dapat menjadi langkah awal yang realistis.
Ketenangan tidak harus berarti pikiran selalu kosong atau tidak pernah muncul kekhawatiran. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk menyadari pikiran tersebut tanpa membiarkannya mengendalikan seluruh aktivitas.