riau.disway.id - WiFi rumah yang digunakan tanpa izin dapat membuat koneksi internet terasa lebih lemot dan menimbulkan risiko keamanan jaringan. Salah satu cara untuk mengetahui apakah ada orang lain yang ikut menggunakan jaringan adalah dengan memeriksa daftar perangkat melalui router, lalu mencocokkannya dengan perangkat yang dimiliki penghuni rumah.
Pemeriksaan ini tidak membutuhkan keahlian teknis khusus. Dengan memahami beberapa informasi dasar pada pengaturan router, pengguna bisa mengenali koneksi yang mencurigakan dan mengambil langkah pengamanan yang tepat.
1. Cek Jumlah Perangkat yang Menggunakan WiFi
Langkah pertama adalah memeriksa berapa banyak perangkat yang sedang terhubung ke jaringan rumah. Informasi ini biasanya tersedia pada halaman administrasi router, yaitu perangkat yang mengatur lalu lintas data antara jaringan lokal dan internet.
Untuk membukanya, sambungkan ponsel atau laptop ke WiFi rumah. Setelah itu, cari alamat gateway atau alamat IP router melalui pengaturan jaringan perangkat. Masukkan alamat tersebut ke bilah alamat browser, kemudian login menggunakan akun administrator.
Cari menu yang menampilkan perangkat terhubung. Istilahnya bisa berupa Connected Devices, Wireless Clients, Device List, atau Client Management.
Bandingkan jumlah perangkat yang tertera dengan perangkat milik keluarga. Jika di rumah terdapat tiga ponsel, dua laptop, satu televisi pintar, dan beberapa perangkat lain, pastikan semuanya sudah diperhitungkan.
Jumlah perangkat yang lebih banyak dari perkiraan memang perlu diperiksa, tetapi tidak selalu menunjukkan adanya penyusup. Router dapat menampilkan perangkat yang masih menyimpan koneksi atau perangkat tambahan yang sebelumnya tidak diperhitungkan.
2. Periksa Waktu Perangkat Terhubung
Beberapa router menyediakan informasi mengenai waktu perangkat mulai terhubung atau aktivitas koneksi terakhir. Fitur ini bisa membantu pengguna mengenali perangkat yang muncul pada waktu tidak biasa.
Sebagai contoh, perangkat baru yang tercatat terhubung ketika tidak ada tamu atau anggota keluarga yang datang dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Namun, waktu koneksi tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya bukti. Ponsel yang sebelumnya tidak aktif bisa kembali tersambung setelah layar dinyalakan, sementara perangkat seperti televisi pintar atau kamera pengawas dapat terhubung secara otomatis.
Jika router tidak menyediakan riwayat koneksi, pengguna dapat memeriksa log sistem apabila fitur tersebut tersedia. Sebagian router hanya menyimpan informasi dalam waktu terbatas, sehingga tidak semua aktivitas sebelumnya dapat ditelusuri.
3. Identifikasi Perangkat dengan Alamat MAC
Setiap antarmuka jaringan umumnya menggunakan alamat MAC untuk komunikasi di jaringan lokal. Informasi ini sering ditampilkan dalam daftar perangkat router bersama nama perangkat dan alamat IP.
Jika ada nama perangkat yang tidak dikenal, buka pengaturan WiFi pada ponsel atau laptop milik sendiri untuk melihat alamat MAC yang digunakan pada jaringan tersebut. Cocokkan informasi itu dengan alamat yang tercantum pada router.
Perlu diperhatikan bahwa ponsel modern dapat menggunakan alamat MAC privat atau acak untuk jaringan WiFi. Karena itu, alamat yang terlihat di router mungkin berbeda dari alamat perangkat yang tercantum pada informasi perangkat keras.
Selain itu, nama perangkat dapat diubah oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, identifikasi sebaiknya dilakukan dengan menggabungkan beberapa petunjuk, bukan hanya mengandalkan nama atau alamat MAC.