Bila tidak segera dibenahi, ketegangan antara Hamilton dan Leclerc dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Setiap duel ketat akan terus memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang harus mengalah, siapa yang mendapat strategi lebih baik, serta apakah Ferrari telah memperlakukan kedua pembalapnya secara adil.
Ferrari perlu segera membangun prosedur yang dipahami semua pihak. Pembalap harus mengetahui batas ketika bertarung, insinyur harus berani mengambil keputusan, dan manajemen perlu memastikan strategi tim tidak mengorbankan hasil keseluruhan.
Penutup
Drama Hamilton dan Leclerc di GP Italia 2026 memperlihatkan bahwa Ferrari masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam mengelola persaingan internal. Memiliki dua pembalap hebat memang menjadi keuntungan, tetapi tanpa komunikasi dan aturan yang jelas, kekuatan itu dapat berubah menjadi masalah.
Bagi Ferrari, Monza seharusnya menjadi momentum untuk berbenah. Jika ingin kembali konsisten bersaing memperebutkan kemenangan dan gelar dunia, Scuderia harus memastikan Hamilton dan Leclerc bertarung untuk kepentingan tim, bukan saling menjatuhkan di lintasan.
Referensi
Lewis Larkam, Crash.net, “‘No Rules’ Ferrari Only Has Itself to Blame for Latest F1 Disasterclass”