riau.disway.id - Kamera beresolusi 200 MP kini menjadi salah satu fitur unggulan yang banyak ditawarkan pada smartphone kelas menengah hingga flagship. Angka yang sangat besar tersebut mudah menimbulkan kesan bahwa kamera 200 MP pasti menghasilkan foto jauh lebih tajam dibandingkan kamera 50 MP, 48 MP, atau bahkan 12 MP.
Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Dalam fotografi digital, jumlah megapiksel memang menentukan berapa banyak piksel yang dapat direkam oleh sensor. Akan tetapi, ketajaman foto tidak hanya ditentukan oleh resolusi. Cahaya yang masuk ke sensor, kualitas lensa, ukuran sensor, kemampuan fokus, stabilisasi, serta pengolahan gambar oleh perangkat lunak mempunyai peranan yang sama pentingnya.
Inilah sebabnya sebuah HP dengan kamera 200 MP belum tentu selalu menghasilkan foto yang tampak lebih tajam dibandingkan perangkat dengan resolusi kamera lebih rendah.
Apa Sebenarnya Arti Kamera 200 MP?
Istilah 200 MP berarti sensor kamera mempunyai kemampuan merekam gambar dengan jumlah sekitar 200 juta piksel.
Secara teori, semakin banyak piksel yang tersedia, semakin besar pula jumlah detail yang dapat direkam. Resolusi tinggi sangat berguna ketika foto ingin diperbesar atau dipotong menggunakan fitur crop.
Misalnya, pengguna mengambil foto pemandangan dengan resolusi penuh 200 MP. Bagian tertentu dari foto dapat dipotong cukup jauh tanpa kehilangan resolusi sebanyak ketika melakukan crop pada foto beresolusi rendah.
Namun, jumlah piksel bukan satu-satunya faktor.
Agar 200 juta piksel tersebut benar-benar menghasilkan detail, sistem optik di depan sensor harus mampu memberikan gambar yang cukup tajam. Sensor juga membutuhkan cahaya yang memadai.
Jika salah satu faktor tersebut tidak optimal, keuntungan resolusi tinggi menjadi jauh berkurang.
Piksel Lebih Banyak Bisa Berarti Ukuran Piksel Lebih Kecil
Sensor kamera smartphone mempunyai ruang yang terbatas karena bodi HP harus tetap tipis.
Ketika produsen ingin memasukkan 200 juta piksel ke dalam sebuah sensor berukuran kecil, masing-masing piksel harus dibuat sangat kecil.
Secara fisika, luas permukaan piksel berpengaruh terhadap kemampuannya mengumpulkan cahaya.
Piksel yang lebih besar pada umumnya dapat mengumpulkan lebih banyak foton selama proses exposure. Sementara itu, piksel yang sangat kecil menerima lebih sedikit cahaya.
Dalam kondisi terang, seperti ketika memotret di luar ruangan pada siang hari, perbedaannya mungkin tidak terlalu menjadi masalah karena cahaya tersedia dalam jumlah besar.