Pada komputer tertentu, masalah baru terlihat setelah perangkat melakukan restart berikutnya.
Karena itu, jika Automatic Repair mulai muncul tepat setelah update Windows, kemungkinan ada hubungan antara kegagalan boot dan perubahan sistem yang baru saja dipasang.
Data Boot Windows Bermasalah
Windows membutuhkan konfigurasi tertentu agar komputer mengetahui lokasi sistem operasi yang harus dijalankan.
Salah satu komponen pentingnya adalah Boot Configuration Data atau BCD. Data ini berisi informasi mengenai sistem operasi serta parameter yang dibutuhkan saat proses boot.
Jika BCD rusak atau tidak dapat dibaca, Windows dapat gagal menemukan konfigurasi startup yang benar.
Kerusakan semacam ini bisa terjadi akibat perubahan partisi, proses cloning SSD yang tidak sempurna, instalasi sistem operasi lain, atau masalah pada media penyimpanan.
Pada situasi tertentu, perbaikan startup dapat menyelesaikannya. Namun, jika konfigurasi boot mengalami kerusakan lebih serius, Automatic Repair dapat terus muncul.
SSD atau Hard Disk Mulai Bermasalah
Tidak semua Automatic Repair loop berasal dari software. Media penyimpanan yang mulai mengalami kerusakan juga perlu dipertimbangkan.
Windows membaca ribuan file dari SSD atau hard disk selama proses startup. Jika sebagian sektor penyimpanan bermasalah, sistem mungkin tidak dapat membaca file penting yang dibutuhkan untuk menjalankan Windows.
Gejalanya dapat berupa proses boot sangat lama, komputer sering freeze, file tiba-tiba rusak, atau Windows mulai masuk ke Automatic Repair tanpa alasan yang jelas.
Pada hard disk mekanis, kerusakan fisik juga dapat disertai suara tidak normal. Pada SSD, gejalanya biasanya lebih sulit dikenali karena tidak terdapat bagian mekanis yang bergerak.
Data dari teknologi penyimpanan modern menunjukkan bahwa SSD juga memiliki batas umur penulisan dan dapat mengalami kegagalan pada controller, NAND flash, firmware, atau komponen elektronik lainnya.
Karena itu, Automatic Repair yang terus muncul sebaiknya tidak selalu dianggap sekadar masalah Windows.
Komputer Sering Dimatikan Secara Paksa
Menekan tombol power hingga komputer mati memang dapat menjadi cara terakhir ketika sistem benar-benar tidak merespons.
Namun, tindakan tersebut berisiko menyebabkan file yang sedang ditulis tidak selesai disimpan.
Jika kejadian berlangsung saat Windows sedang memperbarui registry, mengubah konfigurasi startup, atau menulis file sistem, data dapat mengalami inkonsistensi.