riau. disway.id - Legenda sepak bola Swiss, Fabio Celestini, optimistis tim nasional negaranya memiliki peluang menciptakan kejutan saat menghadapi Argentina pada perempat final Piala Dunia 2026. Meski mengakui Argentina lebih difavoritkan, mantan gelandang Swiss itu menilai tekanan justru berada di kubu Albiceleste.
Celestini menegaskan Swiss datang tanpa beban sehingga bisa bermain lebih lepas. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi keuntungan ketika menghadapi tim bertabur bintang seperti Argentina yang dipimpin Lionel Messi.
"Swiss tidak punya apa pun untuk kehilangan. Biasanya ketika menghadapi Argentina, tekanan justru lebih besar berada di pihak mereka daripada Swiss," kata Celestini dalam wawancara bersama FIFA.
Ia menilai Swiss harus tetap memainkan identitas mereka sendiri, tampil berani, dan memaksimalkan seluruh keunggulan yang dimiliki jika ingin melangkah ke semifinal.
Argentina Tetap Bisa Dilukai
Celestini menolak anggapan bahwa Argentina adalah tim yang tidak memiliki kelemahan. Ia mencontohkan bagaimana Cape Verde dan Mesir mampu membobol gawang Argentina sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Karena itu, ia yakin Swiss juga memiliki peluang mencetak gol asalkan mampu bermain disiplin dan memanfaatkan setiap kesempatan yang tercipta.
Menurutnya, kemenangan di turnamen sebesar Piala Dunia sering kali ditentukan oleh detail kecil yang mampu dimanfaatkan dengan baik oleh sebuah tim.
Tugas Berat Menghentikan Lionel Messi
Meski optimistis, Celestini mengakui tantangan terbesar Swiss adalah menghentikan Lionel Messi. Ia menyebut ancaman sudah dimulai sejak kapten Argentina itu menerima bola.
"Begitu bola sampai ke Messi, masalah sudah dimulai," ujar Celestini.
Ia menjelaskan Messi sangat sulit dijaga karena terus bergerak ke berbagai area lapangan. Berbeda dengan pemain lain yang bisa dijebak melalui penjagaan ganda, pergerakan Messi membuat strategi tersebut tidak selalu efektif.
Celestini menilai apabila Messi berhasil menguasai bola di area sepertiga akhir lapangan, maka Swiss harus bersiap menghadapi situasi berbahaya karena pemain berusia 39 tahun itu kerap menghasilkan momen luar biasa.
Swiss Dinilai Semakin Matang
Selain menyoroti duel melawan Argentina, Celestini juga memberikan pujian terhadap perkembangan tim asuhan Murat Yakin. Menurutnya, Swiss kini tampil lebih dewasa dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Ia melihat para pemain mampu tetap tenang ketika berada dalam tekanan dan tidak mudah kehilangan arah permainan saat menghadapi situasi sulit.
Celestini juga menilai identitas permainan Swiss sudah terbentuk sejak lama. Filosofi membangun serangan dari lini belakang dan bermain proaktif terus dipertahankan dari era Vladimir Petkovic hingga Murat Yakin.
Bagi Celestini, kekuatan utama Swiss bukan hanya terletak pada pemain-pemain seperti Granit Xhaka atau Manuel Akanji, melainkan pada identitas tim yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Murat Yakin Berhasil Satukan Tim
Celestini turut memberikan apresiasi kepada Murat Yakin yang dinilainya berhasil meneruskan fondasi kuat peninggalan Petkovic.
Ia mengakui Yakin sempat menghadapi tantangan ketika pertama kali menangani tim nasional, termasuk menyelesaikan persoalan dengan sejumlah pemain senior.
Namun, menurut Celestini, pendekatan yang tenang dan kemampuan membangun kepercayaan membuat Yakin berhasil menyatukan ruang ganti. Hasilnya terlihat dari permainan Swiss yang semakin solid sepanjang turnamen.
Dengan modal tersebut, Celestini percaya Swiss memiliki peluang memberikan kejutan besar jika mampu tampil berani dan menjaga disiplin sepanjang pertandingan melawan Argentina.
Referensi:
- FIFA, "Celestini: Switzerland have nothing to lose"