riau.disway.id - Max Verstappen datang ke Monaco dengan optimisme tinggi setelah tampil impresif sepanjang akhir pekan. Namun, semua kerja keras yang telah dibangun sejak latihan bebas hingga kualifikasi runtuh hanya dalam satu lap pembuka akibat masalah teknis pada mobil Red Bull miliknya.
Pembalap asal Belanda itu bahkan tidak sempat menunjukkan potensi sebenarnya dalam balapan. Gangguan pada unit tenaga membuatnya kehilangan daya sejak prosedur awal lomba, hingga akhirnya terpaksa mengakhiri Grand Prix Monaco lebih cepat dari seluruh pembalap lainnya.
Awal Balapan Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Start dari posisi kedua seharusnya memberi Verstappen peluang besar untuk menekan rival-rivalnya di lintasan jalan raya Monte Carlo yang terkenal sulit untuk menyalip.
Namun situasi berubah drastis ketika mobil RB miliknya mengalami masalah sejak formation lap. Ketika balapan dimulai, Verstappen langsung kehilangan momentum dan tidak mampu mempertahankan posisi.
Ia bahkan harus menghindari risiko tabrakan dengan mobil lain saat kehilangan tenaga di awal lomba. Setelah berusaha membawa mobil kembali ke pit, Red Bull memutuskan untuk menghentikan balapan sang pembalap pada lap pertama.
Red Bull Temukan Sumber Gangguan
Bos tim Red Bull, Laurent Mekies, memastikan bahwa investigasi internal telah menemukan penyebab utama kegagalan tersebut.
Menurut Mekies, masalah berkembang sebelum start resmi dilakukan dan membuat tim tidak memiliki solusi instan untuk menyelamatkan balapan Verstappen.
"Kami sudah mengetahui sumber masalahnya. Gangguan itu muncul sejak formation lap dan praktis menghilangkan peluang kami untuk bertarung," jelas Mekies.
Meski belum mengungkap detail teknisnya, Red Bull yakin penyebab kerusakan telah berhasil diidentifikasi sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan.
Permintaan Maaf untuk Sang Juara Dunia
Kekecewaan terbesar bagi Red Bull bukan hanya karena kehilangan poin, tetapi juga karena Verstappen sebenarnya menunjukkan performa yang sangat kompetitif sepanjang akhir pekan.
Mekies secara khusus memberikan apresiasi terhadap kerja keras pembalapnya yang mampu membawa mobil Red Bull tampil cepat di Monaco.
Ia mengakui tim merasa bertanggung jawab atas kegagalan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada Verstappen.
Menurut Mekies, performa yang ditunjukkan Verstappen hingga meraih posisi start kedua merupakan salah satu penampilan terbaiknya musim ini, sehingga hasil akhir tersebut terasa semakin menyakitkan.
Verstappen Merasakan Gejala Sejak Awal
Verstappen sendiri mengungkapkan bahwa tanda-tanda masalah sudah terasa sebelum lampu start menyala.
Formation lap tidak berjalan normal dan respons mesin terus berubah-ubah. Kondisi itu membuatnya kesulitan mempersiapkan start secara optimal.