riau.disway.id - Setelah lima hari pencarian yang melelahkan dan berisiko tinggi, korban terakhir longsor besar di kawasan Lake Tahoe akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Dengan ditemukannya jenazah tersebut, total korban tewas dalam tragedi di pegunungan Sierra Nevada menjadi sembilan orang.
Pengumuman resmi disampaikan oleh Sheriff Nevada County, Shannan Moon, dalam konferensi pers yang sarat emosi. Ia menyatakan bahwa seluruh korban kini telah berhasil dievakuasi dari area Castle Peak. “Meski kami berharap bisa menyelamatkan semuanya, kami bersyukur dapat membawa mereka pulang,” ujarnya, menegaskan betapa beratnya operasi pencarian yang harus dijalankan tim penyelamat.
Cuaca Ekstrem Hambat Operasi Penyelamatan
Fokus utama tim penyelamat selama beberapa hari terakhir adalah menemukan satu korban yang masih hilang setelah delapan jenazah sebelumnya berhasil ditemukan. Namun pencarian tidak berjalan mudah. Badai salju, angin kencang, dan kondisi white-out membuat jarak pandang hampir nol.
Risiko longsor susulan juga menjadi ancaman nyata. Otoritas tidak dapat langsung mengerahkan helikopter karena hembusan angin mencapai 90 mil per jam. Baru setelah kondisi cuaca mereda, helikopter diterbangkan untuk membantu proses mitigasi risiko sebelum tim darat kembali menyisir lokasi yang tertimbun salju tebal.
Langkah tersebut dilakukan dengan penuh perhitungan. Area longsor disebut membentang seluas lapangan sepak bola Amerika, dengan timbunan salju setinggi sekitar 2,4 meter. Kondisi ini membuat pencarian korban terakhir membutuhkan kehati-hatian ekstra.
Harapan yang Tersisa di Tengah Duka
Sejak hari pertama tragedi, perhatian keluarga korban dan komunitas lokal tertuju pada satu pertanyaan: apakah masih ada kemungkinan korban terakhir ditemukan selamat? Setiap perkembangan operasi menjadi sorotan.
Namun ketika jenazah terakhir akhirnya ditemukan, harapan itu berubah menjadi kepastian pahit. Otoritas memastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun di lokasi kejadian. Penemuan tersebut sekaligus menandai berakhirnya operasi pencarian dan penyelamatan.
Korban terakhir merupakan bagian dari rombongan 15 orang yang sedang menyelesaikan tur ski pedalaman selama tiga hari ketika longsor terjadi. Enam orang berhasil selamat, sementara sembilan lainnya tidak dapat keluar dari timbunan salju.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Dengan selesainya operasi pencarian, fokus kini beralih ke penyelidikan penyebab insiden. Kantor Sheriff Nevada County menyatakan bahwa mereka sedang menelaah berbagai kemungkinan, termasuk apakah terdapat unsur kelalaian dalam perencanaan perjalanan atau evaluasi risiko sebelum rombongan memasuki area pedalaman.
Longsor di wilayah pegunungan barat Amerika Serikat memang bukan fenomena langka, terutama setelah badai salju besar. Namun jumlah korban dalam peristiwa ini menjadikannya salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern California.
Otoritas menekankan bahwa kondisi alam saat kejadian sangat ekstrem. Kombinasi curah salju tinggi, angin kencang, dan perubahan kondisi cuaca dapat menciptakan lapisan salju yang tidak stabil. Dalam situasi seperti itu, runtuhan besar dapat terjadi secara tiba-tiba.
Penutup Operasi, Awal Masa Berkabung
Ditemukannya korban terakhir membawa penutup bagi operasi pencarian, tetapi membuka fase baru bagi keluarga korban dan komunitas setempat: masa berkabung dan refleksi. Upaya tim penyelamat selama lima hari menjadi bukti dedikasi dalam menghadapi medan yang berbahaya.
Tragedi ini meninggalkan pesan kuat tentang risiko aktivitas ski pedalaman, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Keindahan pegunungan menyimpan potensi bahaya yang tidak selalu terlihat.
Kini, setelah seluruh korban ditemukan, perhatian publik tertuju pada hasil investigasi yang diharapkan dapat memberikan kejelasan serta mencegah tragedi serupa di masa depan.
Referensi:
BBC News – Final California avalanche victim found dead after search