PEKANBARU, DISWAY.ID -- Siapa bilang polisi cuma jago nilang di jalanan? Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) Pekanbaru pada Kamis (5/2/2026).
Bukannya menyiapkan surat tilang, personel Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau justru sibuk memegang gunting rambut dan alat setrika uap. Lewat program Mobil Make Over Ojol, para pejuang aspal ini disulap menjadi lebih rapi dan ganteng secara cuma-cuma alias gratis.
Kegiatan unik ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 yang sudah memasuki hari keempat. Alih-alih memberikan sanksi, polisi memilih cara yang lebih estetik untuk mengapresiasi para pengemudi ojek online (ojol) yang selama ini sudah tertib berlalu lintas.
Inisiatif ini pun langsung menjadi pusat perhatian warga dan pengguna jalan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
BACA JUGA:Wujudkan Visi Prabowo, Wali Kota Agung Nugroho Tancap Gas Reformasi Birokrasi Pekanbaru
Namun, layanan glow up ini tidak diberikan kepada sembarang orang. Ada 'tiket masuk' khusus yang harus dipenuhi, yakni kepatuhan. Para driver ojol yang ingin mendapatkan layanan potong rambut gratis dan steam jaket harus menunjukkan kelengkapan surat-surat seperti SIM dan STNK, serta memastikan kendaraan mereka tetap standar.
Ini adalah cara cerdik kepolisian memberikan reward nyata bagi mereka yang menjadikan keselamatan sebagai prioritas.
Fasilitas yang disediakan pun tidak main-main. Selain potong rambut dengan gaya kekinian, ada pula layanan pembersihan jaket menggunakan setrika uap (steam iron).
Maklum, jaket ojol yang setiap hari terpapar polusi dan debu jalanan tentu butuh perawatan ekstra agar kembali segar saat menjemput penumpang. Dengan jaket yang rapi dan wangi, kepercayaan diri driver pun otomatis meningkat.
BACA JUGA:Serunya Petualangan 124 Bocah TK Az Zhura di Taman Lalu Lintas Polda Riau
Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Jeki Mustika Rahmat, menjelaskan langkah ini adalah bentuk pendekatan preemtif dan preventif. Polisi ingin membangun kedekatan emosional dengan masyarakat lewat cara yang bermanfaat langsung.
"Mengedukasi masyarakat tidak harus selalu kaku, tapi bisa lewat aksi nyata yang menyentuh kebutuhan sehari-hari," ujar Jeki.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Riau AKBP Galih Apria menambahkan aspek penampilan dalam industri jasa transportasi sangat penting. Menurutnya, pengemudi yang bersih dan rapi akan memberikan kesan positif bagi penumpang.
"Jika driver tampil prima, kenyamanan penumpang pun terjaga, yang ujung-ujungnya bisa membuahkan rating bintang lima. Kalau pengemudi rapi dan wangi, penumpang tentu merasa nyaman," tutur Galih.
BACA JUGA:Era Baru Man City tanpa Guardiola Mulai Disiapkan