riau.disway.id - Paris Saint-Germain kembali menjadi sorotan setelah penampilan yang tidak konsisten musim ini. Meski memiliki skuad bertabur bintang dan mendominasi penguasaan bola dalam banyak laga, PSG kerap gagal memaksimalkan peluang sehingga hasil akhir tidak mencerminkan kualitas tim. Situasi ini memunculkan pertanyaan mengenai penyebab sebenarnya di balik kesulitan juara Prancis ini tampil optimal.
Luis Enrique, pelatih kepala PSG, secara terbuka menyoroti beberapa faktor yang memengaruhi performa tim. Ia menegaskan bahwa masalah tidak hanya terletak pada taktik, tetapi juga pada eksekusi pemain dan dinamika internal tim.
Dominasi yang Tidak Efektif
Musim ini, PSG sering menguasai pertandingan dengan penguasaan bola tinggi dan jumlah tembakan yang melimpah. Namun dominasi tersebut tidak selalu berbuah gol atau kemenangan. Beberapa pertandingan menunjukkan PSG menciptakan banyak peluang, tetapi gagal mengeksekusi dengan presisi, termasuk insiden gol lawan di menit akhir yang menggagalkan kemenangan.
Luis Enrique mengakui situasi ini menuntut evaluasi. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan bola dan efektivitas penyelesaian akhir. “Kami menguasai permainan, tetapi masih kurang tepat dalam menyelesaikan peluang,” ujar Enrique.
Lini Depan yang Belum Konsisten
Absennya beberapa pemain kunci karena cedera membuat PSG kehilangan figur sentral yang dapat menjadi focal point serangan. Beberapa penyerang belum mampu tampil konsisten ketika menjadi starter, sehingga alur serangan tim menjadi lebih mudah dibaca lawan. Enrique menyoroti perlunya koordinasi antar pemain untuk mengatasi situasi ini dan menjaga fluiditas permainan.
Adaptasi Pemain Baru dan Pemain Muda
PSG juga sedang menjalani fase regenerasi dengan memberi kesempatan lebih banyak kepada pemain muda akademi. Langkah ini positif untuk jangka panjang, tetapi menyebabkan inkonsistensi performa dalam jangka pendek. Beberapa pemain baru juga masih beradaptasi dengan tekanan bermain di Paris, di mana setiap kesalahan mendapat sorotan media dan penggemar.
Enrique menekankan pentingnya kesabaran dalam proses ini. “Di PSG, pemain akan selalu dikritik di musim pertama, apa pun yang mereka lakukan,” ujarnya. Hal ini menunjukkan tekanan mental menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Faktor Mental dan Jadwal Padat
Selain masalah teknis, PSG menghadapi jadwal padat dan ekspektasi tinggi yang menuntut konsistensi. Enrique menekankan bahwa kelelahan fisik bukanlah alasan utama, melainkan kesiapan mental dan konsentrasi. Saat menang besar, tim tidak merasa lelah, tetapi kekalahan kecil sering dikaitkan dengan kelelahan, yang menurut Enrique lebih bersifat persepsi daripada kenyataan.
Kesimpulan
Penurunan performa PSG musim ini merupakan kombinasi dari berbagai faktor: penyelesaian akhir yang belum maksimal, absennya pemain kunci, adaptasi pemain muda dan baru, serta tekanan mental yang tinggi. Luis Enrique menekankan pentingnya kontrol permainan, koordinasi antar pemain, dan ketenangan mental untuk mengembalikan tim ke performa terbaiknya.
Dengan skuad yang perlahan kembali lengkap, PSG memiliki peluang untuk menampilkan permainan lebih efektif dan konsisten. Jika masalah penyelesaian akhir dan fokus mental berhasil diperbaiki, tim ini berpotensi kembali mendominasi baik di liga domestik maupun kompetisi Eropa.
Referensi:
BBC Sport