RIAU, DISWAY.ID - Kabar gembira datang dari sektor pariwisata Bumi Lancang Kuning! Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau baru saja merilis data yang bikin pengusaha hotel sumringah. Sepanjang Desember 2025, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang melancong ke Riau melonjak drastis hingga 22,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Fenomena ini menunjukkan Riau makin seksi di mata pelancong global, terutama para tetangga dari Negeri Jiran.
Malaysia Masih Jadi Raja, Tiongkok dan Singapura Mengekor
Siapa sangka, Riau kini jadi destinasi favorit yang tak tergantikan bagi warga Malaysia. Dari total 32.581 kunjungan yang masuk melalui pintu imigrasi, wisatawan berkebangsaan Malaysia mendominasi dengan kontribusi mencapai 45,92 persen atau sebanyak 14.961 orang. Tak hanya Malaysia, gelombang turis asal Tiongkok, Hongkong, Singapura, hingga India juga terpantau mulai membanjiri Pekanbaru dan sekitarnya.
Statistisi Ahli Madya BPS Riau, Fitri Hariyanti, mengungkapkan bahwa mayoritas turis ini lebih memilih jalur udara untuk sampai ke Riau. Bandara Sultan Syarif Kasim II menjadi gerbang utama yang sangat sibuk, disusul oleh jalur laut lewat Pelabuhan Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti.
"Jumlah kunjungan yang masuk melalui pintu utama imigrasi didominasi oleh wisman dengan moda angkutan udara yang berkontribusi sebesar 53,94 persen, sedangkan wisman dengan moda angkutan laut berkontribusi sebesar 46,06 persen," ungkap Fitri Hariyanti dalam keterangannya di Pekanbaru, Senin (2/2/2026).
Hotel Bintang 4 Laku Keras: Okupansi Meningkat Tajam
Lonjakan jumlah turis ini langsung berdampak instan pada bisnis perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau melesat ke angka 52,92 persen. Jika Anda berencana menginap di hotel bintang 4, bersiaplah berebut kamar karena tipe ini mencatat okupansi tertinggi hingga 57,57 persen selama Desember lalu.
Meskipun jumlah tamu meningkat, rata-rata lama menginap para pelancong ini sedikit menyusut menjadi 1,33 malam. Ini menjadi tantangan bagi para pengelola wisata untuk menciptakan atraksi yang lebih menarik agar para turis betah berlama-lama menghabiskan waktu di Riau.
Data MPD: Bengkalis Jadi Jalur "Senyap" yang Padat
Selain pintu resmi imigrasi, BPS Riau juga memanfaatkan teknologi Mobile Positioning Data (MPD) untuk merekam pergerakan wisman di wilayah perbatasan. Hasilnya mengejutkan! Di Kabupaten Bengkalis saja, tercatat ada 25.583 kunjungan yang masuk lewat pos lintas batas yang belum terjangkau petugas imigrasi. Data ini membuktikan bahwa potensi pariwisata Riau sebenarnya jauh lebih besar dari yang terlihat di permukaan.
Dengan tren positif ini, Riau berpeluang besar menjadi magnet ekonomi baru di sektor pariwisata Sumatera pada tahun 2026. Kehadiran ribuan wisman ini tentu menjadi bahan bakar utama bagi pertumbuhan UMKM dan layanan jasa di Pekanbaru dan kota-kota pelabuhan lainnya. (*)