riau.disway.id - Kepelatihan Thomas Frank di Tottenham Hotspur sejak pengangkatannya pada musim 2025/26 menghadirkan gambaran yang jauh dari harapan banyak penggemar dan pengamat sepak bola Inggris. Awal kedatangannya sempat disambut dengan optimisme setelah prestasi stabil yang ia torehkan di Brentford, namun belakangan kondisinya berubah drastis. Saat ini Spurs tertahan di papan tengah klasemen Liga Premier dengan hanya dua kemenangan dalam 14 pertandingan terakhir, dan tekanan dari suporter semakin menguat bahkan disuarakan secara langsung di stadion pada laga-laga terbaru.
Reuters mencatat bahwa Thomas Frank “hadapi kritik vokal dari para pendukung setelah hasil imbang 2‑2 dengan Burnley”, termasuk sorakan yang menyerukan pemecatan pelatih. Sementara itu laporan lain menyebut bahwa Frank kini juga jadi bagian dari “sack race” di Premier League, sebuah istilah yang digunakan media Inggris untuk menggambarkan manajer yang dipandang rentan kehilangan pekerjaan karena performa buruk timnya.
Pekan ke pekan, tekanan ini bukan hanya soal hasil saja — wartawan dan komentator Inggris melihat gaya permainan Tottenham di bawah Frank kurang menarik dan dianggap tidak sesuai dengan tradisi klub yang diasosiasikan dengan sepak bola ofensif. Banyak suporter dan pengamat menyebut performa Spurs membosankan, terutama setelah hasil imbang tanpa gol di kandang Brentford.
Pendekatan Taktis Frank dan Reaksi Publik
Thomas Frank dikenal sebagai pelatih yang pragmatis dan fleksibel secara taktik dari pengalaman panjangnya di Brentford. Di klub sebelumnya, dia mampu membawa tim defisit anggaran untuk berkompetisi di papan atas Liga Premier secara konsisten, menekankan keseimbangan antara pertahanan solid dan efisiensi dalam menyerang.
Prinsip itulah yang membawanya dipercaya untuk menangani Tottenham. Namun di Spurs, adaptasi ini tidak langsung membuahkan hasil yang positif di mata publik. Kritik sering berfokus pada apa yang dipandang sebagai permainan defensif dan kurangnya kreativitas di lini serang.
Dalam pertandingan imbang tanpa gol melawan Brentford, media internasional menulis bahwa Frank “mengakui frustrasi para pendukung atas rendahnya daya serang tim” meskipun pertahanan berhasil menunjukkan kinerja kuat. Ini menggambarkan dilema taktik yang dihadapi Frank: menjaga keseimbangan antara stabilitas tim dan kreativitas serangan, tetapi banyak suporter melihat hasilnya justru negatif.
Selain tekanan suporter, Frank juga dihadapkan pada banyak masalah eksternal seperti cedera pemain. Sejumlah pemain kunci absen dalam periode penting, memaksa Frank untuk terus memodifikasi pilihan line-up dan strategi, memberikan tantangan tambahan pada usaha menciptakan ritme permainan yang konsisten.
Reaksi Manajer Dan Strategi Manajemen Krisis
Di tengah kritik, Thomas Frank berusaha mengambil pendekatan yang tenang dan tegas. Laporan terbaru menyebutkan bahwa ia meminta “kepala dingin” dari para pendukung saat hasil buruk atau imbang terjadi, menegaskan bahwa timnya bekerja keras untuk memperbaiki performa, terutama di lini pertahanan. Frank juga tampak mencoba mempertahankan kepercayaan manajemen klub terhadapnya, menyatakan keyakinan bahwa proses yang ia jalankan masih akan membuahkan hasil seiring waktu.
Namun, fakta bahwa beberapa pendukung dan komentator bahkan membahas kemungkinan pemecatan Frank atau membawa kembali pelatih lama menggambarkan betapa cepatnya ekspektasi suporter terhadap performa klub berubah, dari optimisme awal menjadi skeptisisme tajam hanya dalam beberapa bulan.
Kesimpulan
Kepelatihan Thomas Frank di Tottenham Hotspur sedang berada dalam fase penuh tekanan dan kritik tajam. Performa buruk di liga domestik, ketidakpuasan publik terhadap gaya permainan yang dianggap kurang atraktif, dan tantangan eksternal seperti cedera pemain telah menciptakan narasi krisis di sekitar tugasnya. Meskipun pendekatan Frank berakar pada efisiensi dan fleksibilitas taktik, prinsip yang pernah membuat Brentford sukses di bawah kepemimpinannya, adaptasi terhadap tuntutan lingkungan klub yang lebih besar dengan ekspektasi tinggi belum berjalan mulus.
Referensi
-
Thomas Frank calls for 'calm heads' as Tottenham fans renew calls for his exit – The Guardian
-
Tottenham manager Frank faces more fan anger after draw at Burnley – Reuters
-
Problems mount for Tottenham's Frank, but vows to fight on – Reuters
-
Premier League sack race: Nuno and Frank in a race – Football365