RIAU, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Riau kini sedang dalam mode waspada tinggi! Mengingat momen bulan suci Ramadan yang semakin dekat, Pemprov Riau memberikan instruksi tegas kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk lebih responsif terhadap dinamika inflasi. Jangan sampai masyarakat Riau menjerit akibat harga kebutuhan pokok yang mendadak melangit.
Keseriusan ini muncul dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang berlangsung secara virtual dari Ruang Command Center (RCC) Menara Lancang Kuning pada Selasa (13/1/2026). Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa koordinasi yang kuat merupakan satu-satunya cara untuk memproteksi daya beli masyarakat dari ancaman kenaikan harga komoditas strategis.
Instruksi Sekdaprov Riau: Pantau Harga di Lapangan, Jangan Cuma Duduk Diam!
Syahrial Abdi meminta para pemimpin daerah untuk tidak menunda-nunda langkah pengendalian inflasi. Ia menginginkan kabupaten dan kota lebih peka dalam melihat perkembangan harga di pasar. Jika muncul indikasi kenaikan harga bahan makanan, pemerintah daerah harus segera mengambil tindakan pencegahan sebelum masalah tersebut menjadi bola salju.
“Daerah harus responsif melihat dinamika harga di pasar. Jangan menunggu harga naik baru bertindak. Langkah pencegahan harus kita lakukan lebih awal agar gejolak harga dapat kita tekan,” tegas Syahrial. Ia menitikberatkan bahwa ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi penentu utama stabilitas ekonomi daerah menjelang hari besar keagamaan.
TPID Harus Bergerak Nyata, Bukan Sekadar Main Data
Peran aktif Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menjadi sorotan utama dalam rapat ini. Syahrial menuntut TPID untuk melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala di lapangan. Kebijakan yang tim ambil tidak boleh hanya berdasarkan angka di atas kertas, tetapi harus memberikan dampak nyata yang masyarakat rasakan secara langsung.
Selain pemantauan internal, kolaborasi lintas sektor menjadi sangat krusial. Pemprov mendorong pemerintah kabupaten/kota memperkuat sinergi dengan instansi teknis hingga pelaku usaha. "Koordinasi dan kolaborasi antardaerah menjadi kunci. Dengan kerja bersama, kita bisa menjaga stabilitas ekonomi daerah tetap kokoh," tambahnya lagi.
BPS Riau Beri Sinyal Bahaya pada Komoditas Pangan Tertentu
Meskipun kondisi inflasi di Provinsi Riau saat ini masih relatif stabil, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi, tetap memberikan peringatan dini. Berdasarkan data terkini, sejumlah komoditas pangan berpotensi mengalami tekanan harga karena lonjakan permintaan yang biasanya terjadi setiap menjelang Ramadan.
“Peningkatan permintaan bahan makanan pada periode tertentu perlu kewaspadaan tinggi. Kita butuh langkah antisipatif agar keseimbangan antara stok barang dan permintaan warga tetap terjaga,” jelas Asep. BPS berjanji akan terus menyuplai data akurat dan terkini agar pemerintah daerah memiliki dasar yang kuat dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga.
Langkah Nyata Jaga Daya Beli Warga Riau
Pemerintah daerah kini harus memastikan distribusi bahan pokok berjalan tanpa hambatan dari hulu ke hilir. Jika ketersediaan pasokan terjaga, harga bahan pokok di pasar tradisional maupun ritel modern akan tetap stabil. Inilah solusi yang masyarakat butuhkan agar bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa terbebani biaya hidup yang membengkak. (*)