Daniel Ricciardo Ingin Akhiri Karier dengan Cara Berbeda, Max Verstappen Jadi Pilihan Utama

Daniel Ricciardo Ingin Akhiri Karier dengan Cara Berbeda, Max Verstappen Jadi Pilihan Utama

Max Verstappen, Image: @maxverstappen1 / Instagram--

riau.disway.id - Daniel Ricciardo ternyata masih menyimpan keinginan untuk kembali merasakan atmosfer kompetisi balap meskipun sudah meninggalkan Formula 1 (F1). Pembalap asal Australia tersebut membuka peluang tampil dalam ajang Le Mans 24 Hours dan mengungkapkan keinginannya untuk berbagi mobil dengan mantan rekan setimnya di Red Bull, Max Verstappen.

Keinginan itu bukan berarti Ricciardo berniat kembali menjalani karier profesional secara penuh. Dia justru membayangkan sebuah penampilan khusus yang bisa menjadi penutup perjalanan panjangnya di dunia motorsport.

Peluang tersebut menarik perhatian karena Ricciardo dan Verstappen pernah menjadi pasangan pembalap Red Bull pada 2016 hingga 2018. Keduanya kini berada dalam situasi karier yang berbeda, tetapi kemungkinan kembali bekerja sama masih menjadi sesuatu yang menarik bagi Ricciardo.

Ricciardo Mulai Memikirkan Kesempatan Terakhir di Dunia Balap

Setelah tidak lagi mendapatkan tempat di F1 usai Grand Prix Singapura 2024, Ricciardo akhirnya mengonfirmasi pengunduran dirinya dari dunia balap pada September 2025.

Keputusan tersebut sempat memberikan kesan bahwa perjalanan pembalap yang pernah meraih delapan kemenangan Grand Prix itu benar-benar berakhir. Namun, Ricciardo mengakui bahwa pandangannya mulai berubah setelah menjalani kehidupan di luar kompetisi.

Dalam wawancara di podcast Beyond the Grid, dia menceritakan bahwa sebelumnya dirinya tidak pernah membayangkan akan kembali mengenakan helm. Akan tetapi, muncul pemikiran bahwa masih ada kesempatan untuk mengakhiri karier dengan pengalaman yang lebih sesuai dengan keinginannya.

Ricciardo tidak berbicara mengenai comeback penuh ke F1. Sebaliknya, dia tertarik mengikuti kompetisi yang memberikan pengalaman berbeda, terutama balap ketahanan.

Format kompetisi seperti Le Mans memungkinkan beberapa pembalap bergantian mengemudikan satu mobil. Mereka harus bekerja sama dalam mengatur strategi, mengumpulkan informasi teknis, serta menjaga performa kendaraan selama perlombaan berlangsung.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Ricciardo tertarik dengan ajang tersebut. Dia merasa bisa menikmati kembali suasana kompetisi tanpa harus menjalani tekanan seperti ketika berkarier di F1.

Verstappen Menjadi Nama yang Paling Diinginkan

Ricciardo juga sudah memiliki gambaran mengenai sosok yang ingin diajak bekerja sama jika kesempatan tampil di Le Mans benar-benar datang.

Nama Max Verstappen menjadi pilihannya. Dia menyebut pembalap Belanda tersebut sebagai salah satu kandidat utama untuk menjadi rekan setim dalam kompetisi balap ketahanan.

Ricciardo bahkan mengaitkan kemungkinan tersebut dengan masa kebersamaan mereka di Red Bull. Menurutnya, reuni dalam satu mobil balap bisa menjadi pengalaman menarik sekaligus memberikan sesuatu yang dinantikan penggemar.

Hubungan keduanya di Red Bull berlangsung selama dua musim penuh, yakni 2016 dan 2017. Pada periode tersebut, mereka sama-sama mampu meraih tiga kemenangan Grand Prix.

Menariknya, Ricciardo memiliki catatan perolehan poin lebih tinggi selama dua musim tersebut. Dia mengumpulkan 457 poin, sedangkan Verstappen mencatatkan 377 poin.

Sumber: