Apa Bisa, Jomblo tapi Bahagia? Ini Kata Pakarnya

Apa Bisa, Jomblo tapi Bahagia? Ini Kata Pakarnya

Jomblo, Image: DzeeShah / Pexels--

 

riau.disway.id - Tidak memiliki pasangan bukan berarti seseorang tidak bisa merasakan kebahagiaan. Seseorang yang masih jomblo tetap dapat menjalani hidup dengan penuh makna, membangun hubungan sosial yang sehat, mengejar impian, dan menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Dalam psikologi, kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh status hubungan, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial, kemandirian emosional, serta kemampuan seseorang memenuhi kebutuhan psikologisnya.

Anggapan bahwa hidup akan lebih bahagia jika memiliki pasangan masih cukup umum di masyarakat. Padahal, pengalaman setiap orang berbeda. Ada yang merasa lebih nyaman ketika menjalin hubungan romantis, sementara yang lain justru berkembang lebih baik ketika menjalani kehidupan tanpa pasangan.

Mengapa Seseorang Bisa Bahagia meski Masih Jomblo?

Kebahagiaan merupakan pengalaman yang kompleks. Status hubungan memang dapat memengaruhi kesejahteraan emosional, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah seseorang merasa puas dengan kehidupannya.

Psikologi modern mengenal konsep kesejahteraan subjektif, yaitu bagaimana seseorang menilai kehidupannya sendiri, termasuk tingkat kepuasan hidup dan keseimbangan emosi positif maupun negatif. Dengan demikian, seseorang yang tidak memiliki pasangan tetap bisa memiliki tingkat kesejahteraan yang baik apabila kebutuhan emosional, sosial, dan pribadinya terpenuhi.

Psikolog juga mengenal konsep otonomi, yakni kemampuan seseorang membuat pilihan berdasarkan nilai dan keinginannya sendiri. Orang yang merasa nyaman dengan status lajangnya tidak selalu berarti menolak hubungan romantis. Bisa jadi, ia memang sedang menikmati kebebasan untuk menentukan arah hidup, mengembangkan diri, atau memprioritaskan hal-hal yang dianggap penting.

Kata Pakar: Kebahagiaan Tidak Bergantung pada Pasangan Semata

Psikolog yang meneliti hubungan dan kesejahteraan manusia umumnya menekankan bahwa kualitas kehidupan seseorang tidak dapat dinilai hanya berdasarkan status perkawinan atau hubungan romantis. Dukungan sosial, kedekatan emosional, rasa memiliki, dan kemampuan mengelola diri juga berperan penting.

Salah satu kerangka ilmiah yang relevan adalah teori determinasi diri atau self-determination theory yang dikembangkan Edward L. Deci dan Richard M. Ryan. Teori ini menjelaskan tiga kebutuhan psikologis dasar manusia, yaitu otonomi, kompetensi, dan keterhubungan dengan orang lain.

Otonomi berkaitan dengan perasaan bahwa seseorang memiliki kendali atas pilihan hidupnya. Kompetensi berhubungan dengan keyakinan bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan dan mengembangkan keterampilan. Sementara itu, keterhubungan mencakup kebutuhan untuk merasa dekat, diterima, dan terhubung dengan orang lain.

Ketiga kebutuhan tersebut tidak harus dipenuhi melalui hubungan romantis. Persahabatan, hubungan keluarga, komunitas, dan kegiatan sosial juga dapat menjadi sumber kedekatan emosional yang bermakna.

Artinya, seseorang dapat tetap merasa dicintai, dihargai, dan memiliki tujuan hidup meskipun belum mempunyai pacar atau pasangan hidup.

Tanda Seseorang Menikmati Kehidupan Lajang dengan Sehat

Ada beberapa hal yang dapat menunjukkan bahwa seseorang menjalani kehidupan lajang dengan nyaman dan sehat secara emosional.

1. Tidak Merasa Harus Punya Pasangan demi Pengakuan

Seseorang yang nyaman dengan status lajangnya tidak menjadikan hubungan romantis sebagai syarat untuk merasa berharga. Ia tidak merasa harus memiliki pasangan hanya karena teman-temannya sudah menikah atau lingkungan terus menanyakan kapan akan memiliki kekasih.

Ia tetap terbuka terhadap kemungkinan menjalin hubungan, tetapi tidak menganggap status lajang sebagai kekurangan yang harus segera diperbaiki.

2. Memiliki Kehidupan Sosial yang Bermakna

Tidak memiliki pasangan bukan berarti harus menjalani hidup sendirian. Seseorang tetap dapat membangun hubungan dekat dengan sahabat, keluarga, rekan kerja, atau komunitas yang memiliki minat serupa.

Sumber: