Ferrari Perkuat Sektor Teknis, Eks Insinyur Mercedes Kini Bekerja dengan Hamilton
Lewis Hamilton, Image: @lewishamilton / Instagram--
riau.disway.id - Ferrari mendatangkan Jasper van Schaick dari Mercedes AMG High Performance Powertrain untuk memperkuat tim teknisnya di Formula 1. Perpindahan yang berlangsung pada Oktober 2026 ini sekaligus mempertemukannya kembali dengan Lewis Hamilton, pembalap yang pernah merasakan kesuksesan besar bersama Mercedes.
Van Schaick kini bekerja sebagai spesialis sistem kendaraan sasis di Ferrari. Kehadirannya menambah personel dengan pengalaman dari salah satu tim yang pernah mendominasi Formula 1, meskipun kontribusi spesifiknya terhadap pengembangan mobil Ferrari belum dijelaskan secara terperinci.
Pengalaman Van Schaick di Balik Pengembangan Mobil Mercedes
Karier Van Schaick bersama Mercedes dimulai pada 2018. Selama hampir delapan tahun, ia bekerja di divisi Mercedes AMG High Performance Powertrain yang menangani pengembangan teknologi unit tenaga untuk Formula 1.
Pada tahap awal, ia bertugas sebagai insinyur mekanik hingga 2024. Tanggung jawabnya mencakup perancangan sistem unit tenaga, sekaligus bekerja sama dengan departemen sasis untuk mendukung kebutuhan teknis mobil balap.
Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mengenai hubungan antara sistem penggerak dan bagian kendaraan lainnya. Dalam Formula 1, kedua bidang ini harus dikembangkan secara terpadu agar mobil mampu menghasilkan performa yang kompetitif.
Pada September 2024, Van Schaick beralih menjadi concept engineer. Ia terlibat dalam pengembangan konsep dan gagasan baru untuk unit tenaga Mercedes, tetapi tetap menjalin koordinasi dengan tim sasis.
Latar belakang inilah yang menjadi bagian menarik dari kepindahannya ke Ferrari. Meski jabatan barunya berfokus pada sistem kendaraan sasis, pengalaman sebelumnya di divisi unit tenaga dapat menjadi bekal dalam memahami kebutuhan mobil secara menyeluruh.
Kepindahan ke Ferrari Mempertemukannya Kembali dengan Hamilton
Van Schaick kini berada di tim yang sama dengan Hamilton, yang meninggalkan Mercedes untuk bergabung dengan Ferrari pada 2025. Keduanya memiliki keterkaitan melalui periode ketika Mercedes menjadi kekuatan utama dalam persaingan Formula 1.
Hamilton memenangkan gelar juara dunia pada 2018, 2019, dan 2020 bersama Mercedes. Pada masa tersebut, tim asal Jerman itu menjadi salah satu tolok ukur persaingan teknis dan performa di kejuaraan.
Kembalinya Van Schaick ke lingkungan kerja Hamilton dapat menjadi keuntungan dari sisi adaptasi dan komunikasi profesional. Ia telah memiliki pengalaman bekerja di organisasi Mercedes, sementara Hamilton memahami budaya kerja dan pendekatan teknis yang pernah diterapkan tim tersebut.
Namun, belum ada informasi yang menyebutkan bahwa Hamilton terlibat langsung dalam proses perekrutan Van Schaick. Tidak ada pula rincian mengenai sejauh mana keduanya akan bekerja sama dalam pengembangan mobil Ferrari.
Karena itu, pertemuan kembali tersebut lebih tepat dipandang sebagai hubungan profesional yang berlanjut di tim berbeda, bukan sebagai indikasi bahwa Ferrari merekrutnya khusus untuk memenuhi kebutuhan Hamilton.
Ferrari Berusaha Menjaga Momentum pada Musim 2026
Kedatangan personel baru terjadi ketika Ferrari berusaha mempertahankan posisinya di tengah persaingan ketat musim 2026. Menurut laporan Crash.net menjelang Grand Prix Amerika Serikat, Hamilton berada di posisi ketiga klasemen pembalap dengan 229 poin.
Posisi tersebut menjadi perkembangan positif setelah musim pertamanya bersama Ferrari pada 2025 berjalan sulit. Pada musim itu, Hamilton tidak meraih podium Grand Prix dan sempat mempertanyakan kemampuannya sendiri setelah menghadapi sejumlah kendala.
Sumber: