Red Bull Pernah Mengincar Lewis Hamilton, tetapi Biaya Transfer Jadi Penghalang
Lewis Hamilton, Image: @lewishamilton / Instagram--
riau.disway.id - Lewis Hamilton berpotensi menjalani perjalanan karier yang sangat berbeda jika Red Bull mengambil langkah lebih jauh untuk merekrutnya pada akhir 2012. Mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, mengungkapkan bahwa pembalap Inggris tersebut pernah menjajaki peluang bergabung dengan timnya sebelum akhirnya memilih Mercedes untuk musim Formula 1 2013.
Kisah yang sebelumnya tidak banyak diketahui publik itu diceritakan Horner dalam autobiografinya, Drive. Ia mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Hamilton bahkan berlangsung dalam sebuah pertemuan tertutup di rumah Adrian Newey, sosok yang berperan besar dalam pengembangan mobil Red Bull.
Peluang tersebut sempat menarik perhatian Horner dan Newey. Namun, rencana mendatangkan Hamilton tidak berkembang menjadi kesepakatan karena besarnya biaya yang diperlukan untuk merealisasikan transfer tersebut.
Situasi Hamilton di McLaren Mulai Berubah
Menjelang berakhirnya musim 2012, Hamilton berada dalam situasi yang mendorongnya untuk mempertimbangkan masa depan di luar McLaren. Ia telah memperkuat tim tersebut sejak memasuki Formula 1 pada 2007 dan meraih gelar juara dunia pertamanya setahun kemudian.
Namun, musim 2012 tidak berjalan mulus. Sejumlah masalah mekanis membuat Hamilton kehilangan kesempatan mendapatkan hasil yang lebih baik. Pada saat bersamaan, hubungannya dengan rekan setimnya, Jenson Button, disebut Horner terlihat mengalami ketegangan.
Situasi tersebut membuat kemungkinan pindah tim mulai terbuka. Mercedes kemudian menjadi tujuan yang dipilih Hamilton, tetapi sebelum keputusan itu diambil, Red Bull ternyata juga masuk dalam pertimbangannya.
Horner mengaku awalnya tidak mengetahui secara pasti apakah Hamilton benar-benar ingin meninggalkan McLaren. Ia mulai mencurigai adanya perubahan sikap setelah menerima petunjuk melalui kontak yang berkaitan dengan ayah Hamilton.
Perkembangan berikutnya mengarah pada pertemuan rahasia yang melibatkan Hamilton dan sejumlah tokoh penting Red Bull. Pertemuan itu menjadi momen ketika peluang kerja sama dibicarakan secara langsung.
Adrian Newey Tertarik Membentuk Duet Hamilton dan Vettel
Salah satu aspek paling menarik dari kisah tersebut adalah kemungkinan Hamilton menjadi rekan setim Sebastian Vettel.
Pada periode itu, Vettel sedang berada di puncak performanya bersama Red Bull. Ia telah memenangkan tiga gelar juara dunia secara beruntun pada 2010, 2011, dan 2012. Pada akhir musim 2012, Vettel kembali mengamankan gelar keempatnya secara beruntun.
Kehadiran Hamilton tentu akan memberikan dimensi baru bagi persaingan internal Red Bull. Keduanya sama-sama memiliki kemampuan untuk bersaing memperebutkan kemenangan dan gelar juara dunia.
Horner menyebut Newey sangat antusias ketika peluang merekrut Hamilton mulai dibicarakan. Sebagai sosok yang selalu berusaha meningkatkan kualitas pembalap dalam tim, Newey melihat potensi besar dari kemungkinan tersebut.
Hamilton sendiri sudah membuktikan kemampuannya sejak musim debut. Ia memenangi empat balapan pada 2007 dan langsung bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. Setahun kemudian, ia menjadi juara dunia bersama McLaren.
Dari sudut pandang Red Bull, merekrut Hamilton bukan hanya tentang menambah pembalap cepat. Langkah tersebut juga berpotensi memperkuat citra tim dan meningkatkan daya tarik komersialnya di mata sponsor serta penggemar Formula 1.
Sumber: