Grip Belakang Hilang, Diggia Gagal Tuntaskan Sprint MotoGP Aragon

Grip Belakang Hilang, Diggia Gagal Tuntaskan Sprint MotoGP Aragon

Fabio Di Gianantonio, Image: @fabiodiggia49 / Instagram--

riau.disway.id - Fabio Di Giannantonio harus mengakhiri Sprint MotoGP Aragon 2026 lebih cepat setelah mengalami kecelakaan pada lap kedua. Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team tersebut kehilangan kendali atas Ducati miliknya setelah mengalami masalah grip sejak balapan dimulai.

Di Giannantonio, atau yang akrab dipanggil Diggia, sebenarnya memiliki peluang untuk membawa pulang poin dari Sprint. Ia memulai balapan dari posisi ketujuh dan memperkirakan bisa bersaing untuk menembus lima besar.

Namun, harapan tersebut langsung terganggu oleh perilaku tidak normal pada bagian belakang motor. Diggia merasa hampir tidak mendapatkan cengkeraman ketika melakukan pengereman.

Masalah itu akhirnya berujung kecelakaan di tikungan kedua terakhir pada lap kedua. Diggia kehilangan bagian depan motor dan terjatuh sehingga tidak dapat melanjutkan Sprint.

Masalah Sudah Terasa sejak Start

Di Giannantonio mengatakan kondisi Ducati miliknya sudah terasa buruk sejak awal Sprint.

Masalah utama berada pada bagian belakang motor. Grip yang tersedia begitu minim sehingga ia menggambarkan sensasi berkendaranya seperti berada di atas permukaan es.

"Perasaan sejak awal benar-benar buruk pada bagian belakang motor," ujar Di Giannantonio.

Diggia mengaku bukan pembalap yang biasanya banyak mengeluhkan bagian belakang motornya. Karena itu, perubahan karakter yang dialaminya di Aragon langsung terasa mencurigakan.

"Kali ini saya seperti berkendara di atas es," katanya.

Masalah semakin jelas setelah beberapa kali melakukan pengereman. Diggia mengaku menggunakan teknik pengereman normal, tetapi motor terus bergerak menyamping.

Akibatnya, ia kesulitan memperlambat motor sesuai dengan titik yang diinginkan.

"Setelah dua atau tiga kali pengereman, saya mengerem secara normal tetapi tiba sepenuhnya dalam posisi menyamping. Saya tidak bisa berhenti," jelasnya.

Ketika ban akhirnya mendapatkan sedikit cengkeraman, motor justru bergerak keluar dari jalur terlalu cepat. Kondisi tersebut kemudian membuat Diggia kehilangan grip ban depan.

Kecelakaan pun tidak dapat dihindari.

Bukan karena Trek Terlalu Panas

Sumber: