Topang 53 Persen PDB, Sektor Ritel Jadi Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Topang 53 Persen PDB, Sektor Ritel Jadi Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pembukaan IRSE 2026 dan HARMONI Awards yang diselenggarakan HIPPINDO di Swisotel PIK, 26-27 Agustis 2026. --

RIAU, DISWAY.ID - Sektor ritel terus membuktikan perannya sebagai fondasi utama penopang perekonomian nasional di tengah dinamika dan tantangan pasar global. Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) mengukuhkan komitmen tersebut lewat gelaran Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 serta HARMONI Awards 2026 di Jakarta, sekaligus menutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, membuka secara resmi acara puncak IRSE 2026 bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini, serta Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Yuni Moraza. Sebelum acara dimulai, para peserta memanjatkan doa bersama untuk masyarakat yang terdampak musibah bencana alam di Nusa Tenggara Timur dan daerah lainnya.

Konsumsi Domestik Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,45 Persen

Dalam arahannya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa aktivitas konsumsi masyarakat merupakan mesin penggerak paling vital bagi ekonomi Indonesia. Pada triwulan kedua, konsumsi tumbuh 5,6 persen dan memberikan kontribusi masif sebesar 53,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di saat yang sama, Indeks Keyakinan Konsumen konsisten bertahan di atas level 100, memperkuat pertumbuhan ekonomi semester pertama yang menembus 5,45 persen—salah satu capaian tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Airlangga meminta para pelaku industri ritel terus meningkatkan daya adaptasi teknologi, tata kelola stok barang, serta penguatan merek lokal. Keberadaan sekitar 500 merek nasional dari total 800 merek dalam ekosistem HIPPINDO menjadi modal besar untuk memperkuat perdagangan dalam negeri. Pemerintah terus mendorong keterjaminan pasokan barang agar masyarakat semakin terdorong berbelanja di dalam negeri, sekaligus mengoptimalkan potensi shopping tourism.

"Di tengah situasi perekonomian global yang masih penuh tantangan, ritel Indonesia telah menunjukkan resiliensi dan terus menopang perekonomian nasional. Kami mengapresiasi HIPPINDO yang secara konsisten menjaga momentum ini melalui penyelenggaraan IRSE, sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi, beradaptasi, dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Airlangga Hartarto.

Ritel Modern dan Penyerapan Jutaan Tenaga Kerja

Ketua Pelaksana IRSE 2026 sekaligus Sekretaris Jenderal HIPPINDO, Haryanto Pratantara, menekankan bahwa sektor ritel bukan sekadar tempat transaksi jual-beli, melainkan industri padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja dan menjadi penggerak utama pertumbuhan konsumsi nasional. Sektor ini juga memegang peranan strategis dalam menyokong industri pariwisata melalui belanja produk lokal.

"Sebuah destinasi wisata yang kuat memiliki tiga daya tarik utama: objek wisata, kuliner, dan belanja. Indonesia sudah memiliki objek wisata dan kuliner yang luar biasa. Tantangan kita sekarang adalah menjadikan Indonesia juga sebagai destinasi belanja, dengan harga yang kompetitif, pilihan produk yang lengkap, dan barang yang selalu relevan dengan kebutuhan konsumen," tutur Haryanto Pratantara.

Dengan mengusung tema "Rethinking Retail: The Future is Customer-Led", IRSE 2026 mendorong seluruh peritel agar memfokuskan strategi bisnis pada kebutuhan konsumen. Haryanto mengingatkan bahwa di tengah efisiensi ekonomi, investasi pada kompetensi sumber daya manusia merupakan kunci agar bisnis mampu bertahan dan bertumbuh secara berkelanjutan.

Transformasi Digital Menjaga Daya Saing Industri

Ketua Umum HIPPINDO sekaligus Ketua Gerakan Belanja di Indonesia Aja (BINA), Budihardjo Iduansjah, menyampaikannya bahwa rangkaian kegiatan Bulan Kemerdekaan—mulai dari BINA August, Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI), hingga puncak IRSE 2026—menjadi pendorong transformasi ritel agar tetap relevan dengan perubahan zaman.

"Bagi HIPPINDO, ritel modern bukan sekadar bentuk toko, tetapi kemampuan untuk terus berubah dan beradaptasi. Teknologi berkembang sangat cepat, perilaku konsumen berubah, dan cara kita berjualan pun harus ikut berubah. Seperti industri otomotif yang kini bergerak dari kendaraan berbahan bakar konvensional menuju kendaraan listrik, industri ritel juga harus terus bertransformasi agar tidak tertinggal," ujar Budihardjo Iduansjah.

Melalui forum IRSE 2026, para peritel berkesempatan mempelajari integrasi kecerdasan buatan (AI), algoritma, dan digitalisasi pada kanal penjualan langsung maupun online. Sinergi ini dirancang agar pelaku ritel dapat tumbuh bersama pengelola pusat perbelanjaan, produsen, serta UMKM.

Apresiasi Pelaku Industri Lewat HARMONI Awards 2026

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata pelaku usaha dalam menopang perekonomian, HIPPINDO menyerahkan HARMONI Awards 2026 yang didukung oleh PwC sebagai Official Partner. Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional yang terdiri dari Franciska Simanjuntak (Kementerian Perdagangan), Ni Made Ayu Marthini (Kementerian Pariwisata), Elisabeth Ratu Rante Allo (Dinas PPKUKM DKI Jakarta), serta Martijn Peeters (PwC Consulting Indonesia).

Berikut daftar penerima penganugerahan HARMONI Awards 2026:

  • SMEs Retail of The Year 2026: PT Alleira Batik Indonesia (Alleira Batik) – diterima oleh Zaka Hamzah (CEO PT Alleira Batik Indonesia)
  • Rookie Retail of The Year 2026: PT Alia Kreasi Mandiri Internasional (Buttonscarves) – diterima oleh Mifthahul Jannah (Creative Director Buttonscarves)
  • Fashion Retail of The Year 2026: PT Buccheri Indonesia (Buccheri) – diterima oleh Io Rudianto (CEO PT Buccheri Indonesia)
  • Food & Beverages Quick Service Restaurant of The Year 2026: PT Bumi Berkah Boga (Kopi Kenangan) – diterima oleh Tondi Paulus (GM Operasional PT Bumi Berkah Boga)
  • Food & Beverages Restaurant of The Year 2026: Imperial Group (Imperial Kitchen & Dimsum) – diterima oleh Ma Wilianto (CEO PT Adicipta Boga Intiprima)
  • Health & Beauty Retail of The Year 2026: PT DFI Retail Nusantara Tbk (Guardian) – diterima oleh Diky Risbianto (Head of Corporate and Customer Affairs PT DFI Retail Nusantara Tbk)
  • Convenience Store Retail of The Year 2026: PT Lancar Wiguna Sejahtera (Lawson) – diterima oleh Rani Wijaya (Corporate Communications GM PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk)
  • Hyper/ Super Market Retail of The Year 2026: PT AEON Indonesia (AEON) – diterima oleh Sudarmadi Salim (GM PT AEON Indonesia)
  • Specialty Store Retail of The Year 2026: PT KiddyCuts Pratama Indonesia (KiddyCuts) – diterima oleh Cecilia Wirawan (Managing Director PT KiddyCuts Pratama Indonesia)
  • Electronic Retail of The Year 2026: PT Era Blu Elektronik / Erajaya Group (Erablue Electronics) – diterima oleh Hasan Aula (Deputi CEO Erajaya Group)
  • Big Store Retail of The Year 2026: PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AZKO) – diterima oleh Teresa Wibowo (Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk)
  • Best AI Usecase Retail of The Year 2026: PT Duta Intidaya Tbk (Watsons) – diterima oleh Lilis Mulyawati (Presiden Direktur PT Duta Intidaya Tbk)
  • Best Social Commerce Retail of The Year 2026: Boga Group (Pepper Lunch) – diterima oleh Kusnadi Rahardja (President Director Boga Group)
  • Best of The Best Retail by PwC: PT Bumi Berkah Boga (Kopi Kenangan) – diterima oleh Tondi Paulus (GM Operasional PT Bumi Berkah Boga)
  • Lifetime Retail Achievement of The Year 2026 (Brand): Optik Melawai – diterima oleh Eddyanto Hadisurjo (Managing Director Optik Melawai)
  • Lifetime Retail Achievement of The Year 2026 (Figure): Hendra Arifin – diwakili oleh Paulus Arifin

Peraih penghargaan Best of the Best HARMONI Awards 2026, PT Bumi Berkah Boga (Kopi Kenangan), mendapatkan kesempatan menghadiri NRF APAC 2027 Expo & Conference di Singapura dengan fasilitas tiket pesawat, akomodasi hotel, serta akses konferensi penuh. Penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh ekosistem perdagangan untuk terus memperkuat daya saing dan menggerakkan roda ekonomi nasional. (*)

Sumber: