WiFi Cepat di Ruang Tamu tapi Lemot di Kamar, Ini Penyebabnya
Kecepatan WiFi, Image: DALLĀ·E 3--
fin.co.id - Pernah merasakan koneksi WiFi yang sangat cepat ketika berada dekat router, tetapi berubah menjadi lambat begitu masuk ke kamar? Kondisi ini sering membuat pengguna mengira koneksi internet sedang bermasalah.
Padahal, kecepatan internet yang diterima perangkat tidak hanya ditentukan oleh paket dari penyedia layanan internet. Sinyal WiFi harus melewati jarak dan berbagai penghalang sebelum sampai ke HP, laptop, atau perangkat lainnya.
Itulah sebabnya satu rumah bisa memiliki area dengan koneksi sangat cepat sekaligus area lain yang terasa lambat.
Tembok memang dapat menjadi salah satu penyebabnya, tetapi ada sejumlah faktor lain yang juga perlu diperhatikan.
Sinyal WiFi Tidak Selalu Menyebar Merata
Router memancarkan gelombang radio ke lingkungan sekitarnya. Gelombang tersebut kemudian diterima oleh perangkat seperti smartphone, laptop, televisi pintar, dan perangkat rumah lainnya.
Masalahnya, sinyal tersebut tidak memiliki kekuatan yang sama di setiap titik rumah.
Semakin jauh perangkat dari router, semakin besar kemungkinan kekuatan sinyal menurun. Kondisinya bisa menjadi lebih buruk ketika di antara router dan perangkat terdapat banyak penghalang.
Karena itu, ruangan yang hanya berjarak beberapa meter dari router belum tentu mendapatkan koneksi lebih baik daripada ruangan lain yang jaraknya sedikit lebih jauh.
Yang menentukan bukan hanya jarak, tetapi juga apa saja yang berada di antara router dan perangkat.
Tembok Beton Bisa Membuat Sinyal Melemah
Material bangunan memiliki pengaruh terhadap propagasi gelombang radio.
Tembok beton, terutama yang memiliki struktur logam atau tulangan di dalamnya, dapat memberikan hambatan yang cukup besar terhadap sinyal WiFi.
Jika router berada di ruang keluarga dan kamar berada di balik beberapa dinding beton, sinyal harus melewati penghalang tersebut sebelum mencapai perangkat.
Setiap penghalang dapat menyebabkan sebagian energi sinyal mengalami pelemahan. Ketika penghalang semakin banyak, kualitas koneksi yang diterima perangkat dapat ikut menurun.
Hal ini juga menjelaskan mengapa rumah dengan desain terbuka sering memiliki jangkauan WiFi yang berbeda dibandingkan rumah dengan banyak sekat dan dinding tebal.
Frekuensi WiFi Juga Menentukan Jangkauan
Perbedaan performa di setiap kamar juga dapat disebabkan oleh pita frekuensi yang digunakan.
Router modern umumnya mendukung 2,4 GHz dan 5 GHz. Perangkat yang lebih baru dapat menggunakan 6 GHz melalui teknologi tertentu.
WiFi 5 GHz biasanya mampu memberikan kecepatan yang lebih tinggi dalam kondisi yang mendukung. Namun, frekuensi yang lebih tinggi cenderung mengalami pelemahan lebih besar ketika melewati penghalang dibandingkan 2,4 GHz.
Akibatnya, perangkat yang berada dekat router dapat memperoleh performa 5 GHz yang sangat baik.
Namun, ketika perangkat dibawa ke kamar yang lebih jauh dan harus melewati beberapa dinding, koneksi 5 GHz bisa mengalami penurunan.
Dalam situasi tertentu, jaringan 2,4 GHz justru dapat memberikan koneksi yang lebih stabil di ruangan yang jauh dari router.
Router Bisa Terlalu Jauh Dari Area Utama
Penempatan router sering dianggap sepele.
Tidak sedikit orang meletakkan router di dekat modem, stop kontak, atau tempat yang dianggap paling praktis tanpa mempertimbangkan luas rumah.
Jika router berada di ujung rumah, ruangan di sisi lain akan menerima sinyal yang lebih lemah.
Posisi router di sudut bangunan juga dapat membuat sebagian daya sinyal terbuang ke area yang tidak terlalu membutuhkan koneksi.
Idealnya, router ditempatkan pada lokasi yang relatif terbuka dan berada sedekat mungkin dengan area yang paling sering digunakan untuk mengakses internet.
Meletakkan router di tempat yang tinggi dan tidak terhalang benda besar juga dapat membantu penyebaran sinyal.
Furnitur Besar Bisa Ikut Menghambat
Selain tembok, benda-benda di dalam rumah juga dapat memengaruhi kualitas WiFi.
Lemari besar, rak penuh buku, perabot dengan banyak komponen logam, dan benda lain yang berada di antara router dan perangkat dapat memengaruhi jalur sinyal.
Router yang diletakkan di dalam lemari juga bukan pilihan ideal.
Walaupun perangkat tetap dapat bekerja, posisi tertutup membuat penyebaran sinyal tidak seoptimal ketika router berada di tempat terbuka.
Karena itu, sebelum membeli perangkat tambahan, coba perhatikan lingkungan sekitar router.
Memindahkan router dari balik televisi atau rak ke posisi yang lebih terbuka terkadang memberikan perubahan yang cukup terasa.
WiFi Tetangga Bisa Ikut Mengganggu
Di lingkungan perumahan yang padat, masalah WiFi tidak selalu berasal dari tembok rumah sendiri.
Jaringan WiFi tetangga juga menggunakan spektrum radio yang sama. Jika banyak router berada dalam area yang berdekatan, jaringan-jaringan tersebut dapat saling memengaruhi, terutama pada pita 2,4 GHz.
Kondisi ini dapat membuat koneksi terasa lambat meskipun indikator sinyal pada perangkat masih menunjukkan koneksi yang cukup baik.
Masalah tersebut lebih mudah ditemukan di apartemen atau rumah yang berdempetan.
Karena itu, kualitas WiFi tidak hanya dipengaruhi oleh router sendiri, tetapi juga oleh kondisi lingkungan radio di sekitar rumah.
Mengapa Internet Tetap Lambat Padahal Bar WiFi Penuh?
Ini merupakan salah satu hal yang sering membingungkan pengguna.
Indikator WiFi pada HP menunjukkan sinyal penuh, tetapi membuka situs atau menonton video tetap terasa lambat.
Indikator tersebut pada dasarnya menggambarkan kekuatan hubungan antara perangkat dengan jaringan WiFi. Itu tidak otomatis berarti koneksi internet dari router ke server berjalan cepat.
Ada beberapa kemungkinan.
Jaringan lokal bisa mengalami kepadatan karena terlalu banyak perangkat terhubung. Router juga dapat mengalami beban tinggi. Selain itu, koneksi internet dari penyedia layanan bisa sedang mengalami gangguan.
Jadi, jumlah bar WiFi tidak boleh dijadikan satu-satunya patokan untuk menilai kualitas internet.
Cara Memastikan Masalah Berasal Dari Sinyal WiFi
Pengguna dapat melakukan pengujian sederhana tanpa harus membeli perangkat baru.
Pertama, lakukan pengukuran kecepatan internet tepat di dekat router.
Setelah itu, lakukan pengukuran menggunakan perangkat yang sama di kamar yang bermasalah.
Usahakan menggunakan server pengujian yang sama dan lakukan pengujian beberapa kali agar hasilnya tidak terlalu dipengaruhi kondisi sesaat.
Jika kecepatan sangat tinggi di dekat router tetapi turun drastis di kamar, masalah kemungkinan berkaitan dengan jaringan WiFi lokal atau kualitas penerimaan sinyal.
Sebaliknya, jika hasil pengujian sama-sama lambat di dekat router dan di kamar, masalah mungkin berada pada koneksi internet, router, atau faktor lainnya.
Coba Bandingkan 2,4 GHz dan 5 GHz
Jika router menyediakan dua jaringan berbeda, pengguna dapat melakukan pengujian sederhana.
Hubungkan HP ke jaringan 5 GHz ketika berada dekat router dan lakukan pengujian.
Kemudian masuk ke kamar dan bandingkan hasilnya.
Setelah itu, lakukan pengujian menggunakan jaringan 2,4 GHz di lokasi yang sama.
Jika 5 GHz memberikan kecepatan sangat tinggi di ruang dekat router tetapi turun drastis di kamar, sementara 2,4 GHz lebih stabil, perbedaan karakteristik frekuensi kemungkinan menjadi salah satu faktornya.
Tidak ada satu frekuensi yang selalu paling baik untuk semua kondisi rumah.
5 GHz cocok ketika perangkat relatif dekat dengan router dan membutuhkan kapasitas tinggi. Sementara 2,4 GHz dapat lebih berguna ketika jangkauan menjadi prioritas.
Jangan Terburu-buru Membeli Paket Internet Lebih Mahal
Ketika WiFi terasa lambat di kamar, sebagian pengguna langsung menganggap paket internetnya tidak cukup.
Padahal, meningkatkan kecepatan paket belum tentu menyelesaikan masalah jika hambatan sebenarnya berada pada jaringan WiFi di dalam rumah.
Sebagai contoh, koneksi internet 100 Mbps mungkin dapat diterima dengan baik di dekat router, tetapi perangkat di kamar hanya mampu mendapatkan sebagian kecil dari kecepatan tersebut karena sinyal yang diterima buruk.
Mengubah paket menjadi 200 Mbps tidak otomatis membuat sinyal WiFi mampu melewati tembok dengan lebih baik.
Karena itu, penting membedakan masalah internet dengan masalah distribusi WiFi di dalam rumah.
Mesh WiFi Bisa Menjadi Pilihan Untuk Rumah Besar
Jika rumah memiliki banyak kamar, lantai, atau dinding tebal, satu router mungkin tidak cukup untuk memberikan cakupan yang merata.
Salah satu solusinya adalah menggunakan sistem mesh atau access point tambahan.
Perangkat tambahan dapat ditempatkan lebih dekat dengan area yang mengalami masalah sehingga perangkat tidak harus menerima sinyal dari router utama yang sudah melewati banyak penghalang.
Namun, penempatan node juga harus diperhatikan.
Jika perangkat mesh diletakkan di lokasi yang sudah memiliki sinyal sangat lemah, node tersebut juga akan kesulitan mendapatkan koneksi yang baik dari router utama.
Karena itu, perangkat tambahan sebaiknya ditempatkan di area yang masih memiliki koneksi cukup kuat.
Jangan Sembarangan Menggunakan Booster
WiFi booster atau repeater memang dapat membantu memperluas jangkauan. Namun, perangkat tersebut bukan solusi otomatis untuk semua kondisi.
Jika repeater ditempatkan terlalu jauh dari router utama, perangkat tersebut akan menerima sumber sinyal yang sudah buruk.
Akibatnya, jangkauan mungkin bertambah, tetapi kualitas koneksi tidak selalu menjadi lebih baik.
Penempatan menjadi faktor penting.
Untuk rumah yang memiliki banyak penghalang fisik, sistem mesh atau access point dengan koneksi yang dirancang dengan baik dapat memberikan hasil yang lebih konsisten dibandingkan sekadar menambahkan repeater di titik paling jauh.
Kesimpulan
WiFi yang cepat di ruang tamu tetapi lambat di kamar bukan berarti koneksi internet selalu bermasalah.
Tembok, terutama dinding beton dan struktur bangunan yang padat, dapat melemahkan sinyal WiFi. Namun, jarak dari router, frekuensi 2,4 GHz atau 5 GHz, posisi router, furnitur, kepadatan jaringan tetangga, serta jumlah perangkat yang terhubung juga dapat memengaruhi hasil akhirnya.
Cara paling sederhana untuk mencari penyebabnya adalah membandingkan koneksi di dekat router dengan lokasi yang bermasalah menggunakan perangkat yang sama.
Jika koneksi sangat berbeda, jangan langsung mengganti paket internet. Cobalah memperbaiki posisi router, membandingkan pita 2,4 GHz dan 5 GHz, serta mengurangi penghalang di sekitar router.
Untuk rumah yang luas atau memiliki banyak dinding, mesh WiFi atau access point tambahan dapat menjadi solusi yang lebih tepat.
Secara teknis, masalah tersebut merupakan konsekuensi dari cara gelombang radio merambat dan berinteraksi dengan lingkungan. Jadi, ketika WiFi terasa lambat hanya di kamar tertentu, kondisi bangunan memang layak dicurigai, tetapi tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya penyebab.
Referensi:
Wi-Fi Alliance, "Wi-Fi CERTIFIED"
Federal Communications Commission, "Wireless Devices and Wi-Fi"
IEEE, "IEEE 802.11 Wireless LAN Standards"
National Institute of Standards and Technology, "Wireless Network Performance"
Sumber: