Jangan Asal Beri Akses Layar Ke AI, Data Pribadimu Bisa Ikut Terbaca
AI Melihat Layar HP, Image: DALLĀ·E 3--
riau.disway.id - Kemampuan AI untuk melihat layar HP dan laptop membuat berbagai pekerjaan menjadi lebih mudah. Pengguna cukup menunjukkan apa yang sedang tampil di layar, kemudian AI dapat membantu menjelaskan, mencari kesalahan, membaca dokumen, atau memberikan petunjuk mengenai langkah yang harus dilakukan.
Namun, kemudahan tersebut memiliki konsekuensi yang sering tidak disadari.
Ketika layar diberikan kepada AI, bukan hanya bagian yang sedang ingin ditanyakan yang berpotensi terlihat. Informasi lain yang muncul pada layar juga dapat menjadi bagian dari data yang diproses.
Karena itu, fitur berbagi layar dengan AI sebaiknya diperlakukan seperti memberikan akses kepada pihak lain untuk melihat perangkat pribadi.
Satu Layar Bisa Menyimpan Banyak Rahasia
Layar HP atau laptop mungkin terlihat sederhana. Namun dalam satu tampilan, berbagai jenis informasi dapat muncul bersamaan.
Ketika seseorang membuka aplikasi tertentu, misalnya, notifikasi pesan dapat muncul di bagian atas layar. Email baru mungkin muncul beberapa detik kemudian. Nama kontak, nomor telepon, alamat email, dokumen, hingga informasi transaksi juga bisa terlihat tanpa sengaja.
Pada laptop, situasinya bahkan lebih kompleks.
Satu layar dapat berisi browser, aplikasi komunikasi, dokumen pekerjaan, spreadsheet, sistem perusahaan, dan berbagai informasi lain secara bersamaan.
Jika layar tersebut dibagikan kepada AI, pengguna mungkin sebenarnya memberikan lebih banyak informasi daripada yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.
Password Dan OTP Menjadi Bagian Yang Paling Berbahaya
Salah satu situasi yang perlu dihindari adalah menggunakan AI screen sharing ketika sedang login ke akun penting.
Password, kode OTP, kode pemulihan, atau informasi autentikasi lainnya dapat muncul di layar.
Masalahnya bukan berarti AI pasti akan menggunakan informasi tersebut. Persoalannya adalah informasi autentikasi seharusnya tidak diberikan kepada layanan yang tidak membutuhkannya.
Hal ini terutama penting untuk akun perbankan, email utama, layanan cloud, media sosial, dan akun pekerjaan.
Jika AI hanya diminta membantu menjelaskan sebuah aplikasi, tidak ada alasan untuk membiarkan kode OTP atau password ikut tampil.
Notifikasi Bisa Membocorkan Informasi Pribadi
Sumber: