Karhutla Riau Mengintai, 63 Apel Kesiapsiagaan Sudah Digelar

Karhutla Riau Mengintai, 63 Apel Kesiapsiagaan Sudah Digelar

Karhutla Riau kembali diantisipasi. Sejak Maret 2026, 63 apel kesiapsiagaan digelar, dengan fokus pencegahan, respons cepat, hukum, dan restorasi.--

RIAU, DISWAY.ID - Riau kembali memperketat barisan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Polda Riau bersama TNI dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau memastikan seluruh unsur siap bergerak menghadapi potensi kebakaran.

Kesiapsiagaan itu ditandai dengan apel gabungan di Mapolda Riau. Apel tersebut dipimpin Plt Gubernur Riau SF Hariyanto bersama Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, serta Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana.

Cuaca Jadi Alarm Karhutla

SF Hariyanto menegaskan apel kesiapsiagaan karhutla bukan sekadar agenda seremonial. Pemerintah ingin memastikan personel, peralatan, komunikasi, serta dukungan operasi benar-benar siap ketika situasi darurat muncul.

Informasi BMKG menunjukkan kondisi cuaca saat ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, pemerintah meminta seluruh unsur memperkuat kesiapan sebelum titik api berkembang menjadi kebakaran besar.

Ada lima aspek yang menjadi perhatian utama, yakni kesiapan personel dan peralatan, kesatuan data serta koordinasi, respons cepat terhadap titik panas, patroli dan jejaring masyarakat, serta keselamatan personel dan perlindungan warga.

“Setiap peringatan harus segera diikuti dengan tindakan nyata. Kecepatan respons harus menjadi pola kerja kita,” tegas SF Hariyanto.

Menurutnya, kecepatan menjadi faktor penting dalam menghadapi karhutla. Titik panas yang terdeteksi sejak awal harus segera mendapat respons agar api tidak berkembang dan meluas.

Masyarakat Jadi Mata dan Telinga

Pemerintah Riau juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam sistem pencegahan karhutla. Masyarakat Peduli Api diharapkan aktif mendeteksi asap dan potensi kebakaran sejak dini.

Keterlibatan warga menjadi penting karena masyarakat berada paling dekat dengan kawasan yang rawan kebakaran. Dengan laporan lebih cepat, petugas dapat segera menentukan langkah penanganan di lapangan.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperluas sistem pengawasan karhutla. Pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat dapat bergerak dalam satu jaringan untuk mempersempit peluang kebakaran berkembang.

Polda Riau Gelar 63 Apel Sejak Maret

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan kesiapsiagaan menghadapi karhutla sudah berjalan sejak jauh hari. Polda Riau bersama TNI dan pemerintah daerah telah menggelar sekitar 63 apel kesiapsiagaan di seluruh kabupaten dan kota sejak Maret 2026.

Langkah tersebut menunjukkan keseriusan aparat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Menurut Herry, pemerintah daerah bersama TNI dan Polri menjadi unsur terdepan dalam menghadapi potensi bencana tersebut.

“Ini menandakan bahwa kita bersama-sama TNI dan terutama pemerintah daerah adalah terdepan untuk menghadapi ancaman bahaya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Herry.

Selain kesiapsiagaan personel, Polda Riau menjalankan tiga fokus utama dalam penanganan karhutla. Ketiganya mencakup pencegahan, penegakan hukum, dan restorasi lingkungan.

penanganan karhutla Tak Cuma Padamkan Api

Sumber: