Konflik FIFA Dan UEFA Memanas, Posisi Gianni Infantino Jadi Sorotan

Konflik FIFA Dan UEFA Memanas, Posisi Gianni Infantino Jadi Sorotan

Presiden FIFA Gianni Infantino, Image: @gianni_infantino / Instagram--

riau.disway.id - Perseteruan di tubuh sepak bola dunia semakin terbuka setelah sejumlah pihak di Eropa meningkatkan tekanan terhadap Gianni Infantino. Presiden FIFA tersebut menghadapi kritik keras, sementara FIFA menilai terdapat upaya terkoordinasi untuk melemahkan organisasi dan kepemimpinannya.

FIFA menegaskan bahwa Infantino tetap memiliki mandat dari 211 asosiasi anggota. Organisasi tersebut juga menolak berbagai tuduhan yang beredar dan meminta agar spekulasi tidak diperlakukan sebagai fakta.

Situasi ini memperlihatkan adanya perbedaan kepentingan yang semakin tajam antara FIFA dan sejumlah federasi sepak bola Eropa.

UEFA Kehilangan Kepercayaan Terhadap Infantino

Salah satu sumber tekanan terbesar berasal dari UEFA.

Badan sepak bola Eropa tersebut sebelumnya menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap Infantino. Perselisihan semakin membesar setelah proposal FIFA Forward Enterprise atau FFE dibatalkan.

FFE merupakan rencana untuk membentuk perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial dan tiket FIFA. Sebagian saham perusahaan tersebut, sekitar 21 persen, direncanakan dijual kepada perusahaan investasi swasta.

Proposal tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan sepak bola Eropa mengenai bagaimana aset komersial FIFA akan dikelola.

Meskipun rencana itu akhirnya dihentikan, UEFA mengatakan jaminan bahwa proposal tersebut tidak akan kembali masih belum diterima.

Karena itu, ancaman UEFA untuk memboikot kegiatan FIFA masih berada di atas meja.

Seruan Mundur Muncul Dari Norwegia

Tekanan terhadap Infantino kemudian berkembang menjadi seruan agar dirinya meninggalkan jabatan.

Lise Klaveness, presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, secara terbuka meminta Infantino mengundurkan diri.

Pernyataan tersebut menjadi indikasi bahwa penolakan terhadap kepemimpinan Infantino tidak hanya berlangsung di balik forum organisasi sepak bola, tetapi mulai disampaikan secara terbuka kepada publik.

Meski demikian, posisi Norwegia dan sejumlah pihak Eropa belum menggambarkan sikap seluruh anggota FIFA.

Struktur FIFA membuat proses pergantian presiden tidak dapat dilakukan hanya melalui keputusan UEFA atau sejumlah asosiasi Eropa.

FIFA Balik Menyerang

Menanggapi tekanan tersebut, FIFA memilih untuk tidak bersikap pasif.

Dalam pernyataannya, FIFA mengatakan terdapat "upaya terkoordinasi dan berkelanjutan" untuk melemahkan organisasi dan presidennya.

FIFA juga menegaskan bahwa Infantino dipilih secara demokratis oleh asosiasi anggota FIFA dan masih menjalankan mandat yang diberikan kepadanya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi peringatan kepada pihak-pihak yang berusaha mengganti arah kepemimpinan FIFA di luar mekanisme resmi.

Menurut FIFA, pihak yang tidak memperoleh dukungan anggota seharusnya tidak berusaha mencapai tujuan melalui tuduhan, insinuasi, maupun informasi yang dianggap keliru.

Dukungan Dari Afrika Menjadi Modal Penting

Di tengah tekanan dari Eropa, Infantino masih memiliki dukungan kuat dari kawasan lain.

CAF, konfederasi sepak bola Afrika, memberikan dukungan bulat kepada Infantino melalui 54 negara anggotanya.

Dukungan tersebut memiliki arti penting karena Afrika merupakan salah satu blok terbesar dalam struktur FIFA.

Dengan dukungan tersebut, tekanan dari Eropa belum cukup untuk memastikan perubahan kepemimpinan FIFA.

Conmebol Dan Meksiko Ikut Membela

Dukungan terhadap Infantino juga datang dari Amerika Selatan.

Conmebol menegaskan bahwa setiap upaya untuk mencopot presiden FIFA harus dilakukan melalui pemungutan suara yang melibatkan seluruh anggota FIFA.

Sikap serupa kemudian terlihat dari Federasi Sepak Bola Meksiko.

Federasi tersebut bahkan mengambil posisi yang berbeda dari badan regional Concacaf dengan menyatakan dukungan terhadap Infantino.

Perbedaan sikap tersebut menunjukkan bahwa peta dukungan terhadap Infantino tidak terbagi secara sederhana antara dua kubu global.

Tuduhan Pribadi Menambah Tekanan

Perselisihan organisasi juga muncul bersamaan dengan laporan mengenai kehidupan pribadi Infantino.

Daily Telegraph melaporkan dugaan hubungan pribadi Infantino ketika dirinya masih menjadi sekretaris jenderal UEFA. Laporan tersebut juga mengklaim bahwa seseorang yang disebut sebagai kekasih Infantino memperoleh pembayaran pesangon dari UEFA setelah hubungan tersebut.

Infantino membantah tuduhan itu.

Juru bicara FIFA mengatakan bahwa Infantino dengan tegas menyangkal klaim tersebut dan menyebutnya tidak benar.

FIFA kemudian mengecam apa yang disebutnya sebagai tuduhan tidak berdasar serta klaim yang dianggap secara faktual keliru.

Organisasi tersebut juga memperingatkan agar spekulasi dan insinuasi tidak dipresentasikan sebagai fakta.

Pertarungan Politik FIFA Belum Selesai

Konflik yang terjadi saat ini lebih besar daripada sekadar perselisihan antara beberapa pejabat sepak bola.

Di belakangnya terdapat persoalan mengenai kekuasaan, pengelolaan bisnis, hak komersial, serta arah masa depan organisasi sepak bola dunia.

UEFA memiliki posisi strategis karena menaungi sebagian besar federasi sepak bola paling berpengaruh secara finansial. Namun, FIFA memiliki 211 asosiasi anggota dengan hak dalam proses pemilihan presiden.

Perbedaan tersebut membuat Infantino masih memiliki ruang politik yang cukup besar untuk mempertahankan posisinya.

Selama dukungan dari kawasan seperti Afrika dan Amerika Selatan tetap kuat, tekanan dari Eropa belum tentu mampu menggulingkan kepemimpinan FIFA.

Apa Yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Perkembangan hubungan FIFA dan UEFA akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan masa depan Infantino.

Jika UEFA dan sejumlah asosiasi Eropa terus meningkatkan tekanan, konflik tersebut dapat berkembang menjadi perselisihan yang lebih besar menjelang agenda-agenda utama FIFA berikutnya.

Sebaliknya, jika Infantino mampu mempertahankan dukungan mayoritas anggota FIFA, tekanan tersebut dapat berakhir sebagai konflik politik regional tanpa mengubah kepemimpinan organisasi.

Untuk saat ini, FIFA memilih menunjukkan bahwa mereka tidak akan menyerahkan kepemimpinan Infantino hanya karena tekanan politik dari sebagian anggota.

Penutup

Gianni Infantino memang sedang menghadapi tekanan besar, terutama dari lingkungan sepak bola Eropa. Namun, peta dukungan FIFA menunjukkan bahwa posisi presiden FIFA tersebut belum berada di ambang kejatuhan.

CAF memberikan dukungan bulat, sementara Conmebol dan Federasi Sepak Bola Meksiko juga menolak gagasan pencopotan Infantino tanpa melibatkan seluruh anggota FIFA.

Konflik ini pada akhirnya akan ditentukan bukan hanya oleh besarnya tekanan UEFA, tetapi oleh kemampuan masing-masing kubu memperoleh dukungan di antara 211 asosiasi anggota FIFA.

Dengan demikian, pertarungan mengenai masa depan Infantino masih jauh dari selesai.

Referensi:

BBC Sport, "Gianni Infantino: Fifa criticises campaign to oust president"

BBC Sport, "Gianni Infantino's alleged lover was paid severance by Uefa"

The Telegraph, "Gianni Infantino's lover was paid off by Uefa"

Sumber: