Akhir Teror 15 Hari Kera Bertaring Panjang di Inhil, Masuk Perangkap dan Dievakuasi BBKSDA

Akhir Teror 15 Hari Kera Bertaring Panjang di Inhil, Masuk Perangkap dan Dievakuasi BBKSDA

Kera liar yang meneror warga Tembilahan selama 15 hari akhirnya ditangkap. BBKSDA Riau kini melakukan karantina dan penelitian.--

Setelah 15 Hari Meresahkan, Kera Beringas Berhasil Masuk Perangkap dan Kini Jalani Karantina di Pekanbaru

RIAU, DISWAY.ID - Teror kera liar yang membuat warga Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), hidup dalam ketakutan akhirnya berakhir. Tim gabungan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) RIAU bersama Polres Indragiri Hilir berhasil menangkap seekor kera ekor panjang yang diduga menjadi pelaku serangkaian penyerangan terhadap warga.

Penangkapan berlangsung pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Satwa tersebut masuk ke perangkap yang telah dipasang tim gabungan setelah operasi pengamanan dilakukan sejak pagi.

Operasi dimulai sekitar pukul 08.30 WIB di kawasan Parit 14 Lorong Tampomas, Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan. Lokasi tersebut sebelumnya diduga menjadi jalur pergerakan sekaligus tempat persembunyian kera liar.

Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Sanggara Yuda, memimpin langsung operasi tersebut. Wakapolres Indragiri Hilir Kompol Maitertika juga ikut mendampingi bersama jajaran Kabag Ops, Kasat Binmas, Kasat Intelkam, serta personel Kompi III Siaga Polres Inhil.

Tiga Perangkap Dipasang di Titik Rawan

Tim BBKSDA Riau memasang sedikitnya tiga perangkap di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi kemunculan satwa liar tersebut. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan peluang penangkapan tanpa membahayakan masyarakat.

Petugas juga mengimbau warga agar tidak melakukan perburuan secara mandiri. Langkah tersebut dinilai berisiko memicu kera melarikan diri atau justru bertindak lebih agresif.

Kompol Maitertika menjelaskan bahwa tindakan perburuan liar dapat memperburuk situasi. Karena itu, seluruh proses penanganan dilakukan secara terukur oleh petugas yang memiliki kompetensi.

Ciri-Ciri Kera Sesuai Laporan Para Korban

Beberapa jam setelah perangkap dipasang, seekor kera berukuran besar berhasil diamankan. Tim menemukan ciri fisik yang sangat identik dengan laporan para korban.

Kera tersebut memiliki bekas luka atau codet pada bagian wajah. Selain itu, satwa tersebut memperlihatkan perilaku sangat agresif serta memiliki taring panjang dan tajam.

Petugas juga tidak menemukan kelompok kera lain di sekitar lokasi penangkapan. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa satwa tersebut merupakan pelaku utama teror yang selama ini meresahkan warga.

18 Warga Jadi Korban Penyerangan

Penangkapan ini menjadi kabar yang melegakan bagi masyarakat Tembilahan. Selama 15 hari terakhir, warga terus dihantui serangan mendadak dari kera liar tersebut.

Data kepolisian menunjukkan sedikitnya 18 orang menjadi korban dalam 19 insiden penyerangan. Sebagian besar korban berasal dari kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Serangan yang terjadi secara tiba-tiba membuat aktivitas masyarakat terganggu. Warga pun berharap situasi kembali aman setelah satwa tersebut berhasil diamankan.

Kera Dievakuasi ke Pekanbaru

Setelah berhasil ditangkap, petugas membawa kera tersebut ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir. Langkah itu menjadi bagian dari proses evakuasi sebelum satwa dipindahkan ke Pekanbaru.

Sumber: