Sinergi Satgas Karhutla Riau Redam Titik Api Lewat Modifikasi Cuaca

Sinergi Satgas Karhutla Riau Redam Titik Api Lewat Modifikasi Cuaca

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto--

RIAU, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi Riau bersama Tim Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) terus memperkuat penanganan lapangan demi menekan munculnya titik api. Kolaborasi solid antara Forkopimda, pemerintah daerah, dan relawan berhasil menjaga kondisi fire spot di Provinsi Riau tetap terkendali hingga awal Agustus 2026.

Tim gabungan mengombinasikan operasi darat, patroli udara, pengeboman air (water bombing), serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah strategis ini efektif menjaga kelembapan lahan gambut sekaligus mencegah meluasnya potensi kebakaran hutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menegaskan keberhasilan penyemaian awan dalam mengendalikan potensi titik api di wilayah Riau.

"Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 11 sorti penerbangan dengan total waktu terbang mencapai 24 jam 34 menit. Dalam pelaksanaannya, tim menaburkan sebanyak 11.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai untuk memicu pembentukan hujan di wilayah sasaran," ujar SF Hariyanto di Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).

Operasi Modifikasi Cuaca Pemicu Hujan

Operasi Modifikasi Cuaca yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 5 Agustus 2026 tersebut mengandalkan satu unit pesawat Cessna Caravan 208 registrasi PK-SNM. Tim udara memfokuskan penyemaian pada area rawan pembentukan awan hujan.

Pada 5 Agustus 2026, armada udara melaksanakan dua sorti penyemaian. Sorti pertama menaburkan 1.000 kilogram NaCl di atas wilayah Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Siak. Sorti kedua menyamai 1.000 kilogram NaCl untuk wilayah Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.

Langkah ini terbukti ampuh memancing hujan intensitas ringan hingga sedang di Kabupaten Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, hingga sebagian Rokan Hilir.

Untuk mendukung pencegahan susulan, Satgas Karhutla Provinsi Riau mengerahkan armada udara yang mencakup satu unit pesawat Caravan untuk patroli dan OMC, satu unit helikopter patroli, serta lima unit helikopter water bombing.

Penanganan Terpadu Titik Api Tersisa

Meskipun situasi makin terkendali, tim gabungan tetap menyisir sejumlah lokasi yang masih menyisakan titik api dan asap. Kolaborasi personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) terus mengawal proses pemadaman darat.

Di Desa Mak Teduh, Kabupaten Pelalawan, petugas memasuki tahap pendinginan sisa asap tipis setelah berhasil memadamkan api utama. Sementara itu, petugas darat dan armada helikopter terus mengguyur titik api yang masih berasap di SM Kerumutan serta Sei Guntung di Kabupaten Indragiri Hulu.

Tim pemadam juga bekerja keras melokalisasi area Kelurahan Kerumutan di Pelalawan dan Teluk Kiambang di Kabupaten Indragiri Hilir hingga kondisi benar-benar aman.

"Seluruh titik api tersebut saat ini ditangani secara terpadu oleh tim darat gabungan yang terdiri atas personel TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api, dengan dukungan helikopter water bombing. Kami optimistis kolaborasi yang terus terjalin akan mampu menjaga kondisi karhutla tetap terkendali sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat," kata SF Hariyanto. (*)

Sumber: