Riau-Melaka Makin Dekat, RoRo Dumai hingga Jembatan Selat Malaka Dibahas

Riau-Melaka Makin Dekat, RoRo Dumai hingga Jembatan Selat Malaka Dibahas

Riau dan Melaka membahas RoRo Dumai-Melaka hingga rencana jembatan Selat Malaka untuk memperkuat perdagangan, pariwisata, dan konektivitas.--

RIAU, DISWAY.ID - RIAU dan Melaka kembali membuka peluang kerja sama lintas negara. Pemerintah Provinsi RIAU menerima kunjungan delegasi Kerajaan Negeri Melaka, Malaysia, untuk membahas sejumlah agenda strategis yang berpotensi memperkuat hubungan ekonomi kedua wilayah.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Jumat (17/7/2026). Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Job Kurniawan, memimpin audiensi yang membahas perdagangan, kepelabuhanan, pariwisata, konektivitas, serta pendidikan.

Riau-Melaka Bidik Kerja Sama Strategis

Dalam pertemuan itu, Riau dan Melaka memetakan sejumlah sektor yang bisa menjadi ruang kolaborasi baru. Kedua pihak melihat konektivitas sebagai salah satu faktor penting untuk mendorong pergerakan barang, wisatawan, dan aktivitas ekonomi.

Agenda perdagangan dan kepelabuhanan menjadi salah satu pembahasan utama. Selain itu, kedua wilayah juga membicarakan peluang pengembangan pariwisata melalui pembukaan jalur transportasi udara dan laut yang menghubungkan Melaka dengan Riau.

Kerja sama pendidikan turut masuk dalam pembahasan. Dengan begitu, agenda pertemuan tidak hanya berfokus pada konektivitas ekonomi, tetapi juga membuka ruang kolaborasi di sektor lain yang dinilai strategis.

RoRo Melaka-Dumai Jadi Sorotan

Salah satu agenda yang paling mendapat perhatian ialah rencana optimalisasi konektivitas maritim melalui kapal penyeberangan Roll-on/Roll-off atau RoRo. Jalur tersebut dirancang untuk menghubungkan Melaka dengan Dumai.

Rencana RoRo Melaka-Dumai memiliki arti penting bagi hubungan ekonomi kedua wilayah. Jalur penyeberangan ini dinilai dapat membantu memangkas biaya logistik perdagangan sekaligus memperlancar arus barang antara Melaka dan Dumai.

Di sisi lain, konektivitas laut juga berpotensi memperbesar arus kunjungan wisatawan. Karena itu, penguatan jalur Melaka-Dumai tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, tetapi juga memiliki kaitan dengan pengembangan pariwisata.

Pembahasan mengenai jalur RoRo tersebut juga menjadi bagian dari upaya yang sudah berlangsung cukup lama. Pengembangan pelabuhan dan operasionalisasi RoRo Melaka-Dumai telah menjadi pembahasan selama lebih dari 15 tahun.

Jembatan Selat Malaka Masuk Babak Baru

Selain konektivitas laut, delegasi Kerajaan Negeri Melaka membawa kabar mengenai rencana pembangunan jembatan penyeberangan Selat Malaka. Proyek tersebut dirancang untuk menghubungkan Telok Gong di Melaka, Malaysia, dengan Kota Dumai di Sumatra, Indonesia.

Delegasi Melaka menyampaikan bahwa kajian pra-kelayakan atau pre-feasibility study untuk proyek tersebut telah selesai. Kajian itu berlangsung selama 18 bulan, mulai 4 Desember 2024 hingga 3 Juni 2026.

Menurut paparan delegasi, hasil kajian tersebut telah rampung sepenuhnya dan mendapat respons positif dari berbagai pihak. Penyelesaian kajian ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam pembahasan proyek konektivitas lintas Selat Malaka.

Rencana jembatan tersebut juga memperlihatkan besarnya ambisi kedua wilayah untuk memperkuat konektivitas. Jika pembahasan terus berlanjut, hubungan Riau dan Melaka berpotensi memiliki jalur penghubung yang semakin beragam, baik melalui laut maupun infrastruktur lintas kawasan.

Sudah Dibahas Lebih dari 15 Tahun

Rencana memperkuat hubungan Melaka dan Dumai sebenarnya bukan wacana baru. Kedua wilayah telah membicarakan pengembangan pelabuhan serta pengoperasian jalur RoRo Melaka-Dumai selama lebih dari 15 tahun.

Sumber: