Hari Anak Nasional 2026 di Riau: Anak Diminta Siap Hadapi Masa Depan
Perayaan Hari Anak Nasional 2026 di Halaman Kantor Gubernur Riau. - dok. mediacenter.riau - --
RIAU, DISWAY.ID - Hari Anak Nasional 2026 di Riau berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Halaman Kantor Gubernur Riau menjadi pusat perayaan melalui Senam SAPA 129, tarian kreasi Melayu massal, hingga aksi drumband anak-anak pada Minggu (26/7/2026).
Rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Atraksi anak-anak juga menjadi simbol semangat menjaga tradisi sekaligus merayakan tumbuh kembang generasi muda di Bumi Lancang Kuning.
Pesan Besar Hari Anak Nasional 2026
Mewakili Pemerintah Provinsi Riau, Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau Zulkifli Syukur menilai tema HAN 2026, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, memiliki pesan penting bagi seluruh masyarakat.
Menurut Zulkifli, tema tersebut mengajak semua pihak menempatkan kepentingan terbaik anak dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, keluarga dan lingkungan sekitar perlu menciptakan ruang tumbuh yang aman, positif, dan mendukung.
Zulkifli menegaskan bahwa menyayangi anak tidak cukup melalui kata-kata. Orang tua perlu memberikan kasih sayang, perhatian, serta pengasuhan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan dan Ruang Berkarya Jadi Sorotan
Pemenuhan hak anak juga perlu berjalan bersama akses pendidikan yang baik. Selain itu, anak harus memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk berkarya dan mengembangkan kemampuan.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan dalam momentum peringatan HAN 2026 di Riau. Anak-anak tidak hanya membutuhkan perlindungan, tetapi juga ruang untuk belajar, bermain, berekspresi, dan mengejar cita-cita.
Zulkifli pun mengajak anak-anak di Riau terus bersemangat menjalani proses tumbuh kembang. Ia berharap generasi muda Bumi Lancang Kuning tumbuh sehat, memiliki karakter kuat, serta mampu menghadapi persaingan.
Ancaman Kekerasan hingga Dunia Digital
Di sisi lain, perlindungan anak menjadi perhatian penting dalam peringatan tahun ini. Zulkifli menyoroti berbagai ancaman seperti kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak.
Perlindungan tersebut, lanjutnya, harus hadir di berbagai lingkungan. Pemerintah dan masyarakat perlu memperhatikan keamanan anak, baik di lingkungan fisik maupun ruang digital.
Dengan perkembangan ruang digital, perhatian terhadap keamanan anak tidak dapat berhenti pada lingkungan sekitar tempat tinggal. Karena itu, seluruh pihak perlu ikut memastikan anak memperoleh ruang tumbuh yang aman dan mendukung.
Perlindungan Anak Bukan Tugas Satu Pihak
Pemprov Riau menegaskan pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pemangku kepentingan perlu menjalankan peran sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Sinergi antarlembaga pun menjadi kunci agar berbagai kebutuhan anak dapat terpenuhi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang semakin mendukung pertumbuhan generasi muda.
Zulkifli mengingatkan bahwa kualitas tumbuh kembang anak hari ini memiliki kaitan erat dengan masa depan Indonesia. Menurutnya, visi Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi penerus yang tumbuh bahagia, terlindungi, dan memiliki daya untuk berkembang.
HAN 2026 Jadi Momentum Bangun Generasi
Sumber: