Harimau Sumatera Serang Seorang Pegawai, Untung Bisa Diselamatkan!

Harimau Sumatera Serang Seorang Pegawai, Untung Bisa Diselamatkan!

Seorang pegawai bernama Harianto nyaris meregang nyawa saat diterkam Harimau Sumatera saat sedang bertugas.-Dok. Istimewa-

SIAK, DISWAY.ID -- Suasana tenang Selasa (21/7/2026) malam di Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, mendadak berubah menjadi mencekam. Sekitar pukul 19.30 WIB, seekor harimau sumatera menyerang seorang pekerja bernama Hari Harianto saat korban beristirahat di camp tempatnya bekerja.

Kejadian bermula ketika Harianto berpamitan kepada dua rekannya, Rakha dan Herman, untuk pergi ke tepi kanal dekat camp. Area tersebut memang biasa dimanfaatkan para pekerja untuk mandi dan buang air. 

Namun, hanya sekitar sepuluh menit berselang, tempat sunyi itu mendadak bising oleh teriakan histeris korban yang meminta pertolongan.

BACA JUGA:Polda Riau Bongkar Mafia BBM Subsidi di Rokan Hilir, Tiga Tersangka dan Ribuan Liter Pertalite Disita

Mendengar jeritan tersebut, Rakha dan Herman langsung berlari keluar camp untuk mencari keberadaan rekan mereka. Naas, kondisi di sekitar lokasi kejadian yang minim penerangan membuat pandangan sangat terbatas, hingga mereka sempat kesulitan mendeteksi posisi Harianto di tengah kegelapan malam.

Dalam situasi krisis dan panik, gagasan cerdas muncul dari kedua rekan korban. Mereka bergegas memanjat sebuah alat berat (ekskavator) yang terparkir di dekat lokasi, menghidupkan mesinnya, dan menyalakan seluruh lampu sorot ke arah asal suara jeritan Harianto.

Sorotan lampu terang dari ekskavator itu seketika membelah kegelapan dan menyingkap pemandangan yang mendebarkan, Harianto sedang diseret oleh seekor harimau sumatera. Beruntung, silau dan kuatnya pancaran cahaya alat berat berhasil mengejutkan sang predator, membuat harimau tersebut melepaskan gigitannya dan melarikan diri kembali ke dalam lebatnya hutan.

Kapolsek Sungai Apit, Iptu Adifian Ikhsan menjelaskan bahwa setelah harimau melarikan diri, kedua rekan korban bergerak cepat mengevakuasi Harianto dan membawanya menggunakan speed boat ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Teluk Lanus untuk mendapat pertolongan pertama.

BACA JUGA:Stabilkan Harga Sembako, Pemprov Lampung Bersama Bulog Gelar Pasar Murah di 75 Titik

"Guna mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif, korban selanjutnya dilarikan ke Pelabuhan Penyengat sebelum akhirnya diangkut menggunakan ambulans menuju RSUD Tengku Rafian Siak," ujar Ikhsan saat dikonfirmasi pada Rabu (22/7/2026).

Akibat serangan ganas itu, tubuh Harianto mengalami luka parah akibat gigitan dan cakaran di bagian punggung, meski kini kondisinya dilaporkan stabil dan sedang dalam proses pemulihan.

Insiden ini menambah panjang deretan konflik antara manusia dan satwa dilindungi di kawasan tersebut. Hanya sepekan sebelumnya, tepatnya pada 14 Juli 2026, seorang pekerja sawit di Desa Mengkapan juga nyaris diterkam harimau saat mengangkut panen dengan sepeda motor. 

"Kami mengingatkan bahwa wilayah Sungai Apit memang merupakan habitat asli sekaligus jalur lalu lalang alami bagi harimau sumatera," tegasnya.

Sumber: