Harga Sawit Swadaya Riau Melesat Naik, Tembus Rp3.781 per Kilogram

Harga Sawit Swadaya Riau Melesat Naik, Tembus Rp3.781 per Kilogram

Harga Sawit Swadaya Riau Melesat Naik, Tembus Rp3.781 per Kilogram-Dok. Istimewa-

PEKANBARU, DISWAY.ID -- Angin segar kembali berembus bagi para petani kelapa sawit di Riau. Dinas Perkebunan Provinsi Riau resmi mengumumkan kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk periode 1–7 Juli 2026. 

Keputusan manis ini menjadi berkah nyata yang disambut penuh rasa syukur oleh para pekebun mitra swadaya di seluruh pelosok daerah.

Berdasarkan hasil rapat kilat tim penetapan harga pada Selasa (30/6/2026), lonjakan performa paling memukau tercatat pada kelompok umur tanaman 9 tahun. 

BACA JUGA:Polda Riau Bidik Camat dan Kepala Desa Dugaan Pungli di Rohul

Tidak tanggung-tanggung, harganya meroket sebesar Rp73,77 per kilogram atau menguat sekitar 1,99% dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini sukses mengunci posisi harga tertinggi di level Rp3.781,37 per kilogram yang akan berlaku selama sepekan ke depan.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dr. Defris Hatmaja menegaskan formula penetapan harga ini tetap berjalan kokoh di atas koridor regulasi baku.

"Pemerintah bersandar pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 serta Keputusan Dirjenbun Nomor 144/2025 demi menjamin keadilan bagi seluruh lini ekosistem kelapa sawit," katanya Selasa (30/6/2026).

Usut punya usut, dongkrak utama di balik meroketnya harga TBS minggu ini dipicu oleh performa impresif pasar komoditas global, khususnya pada sektor minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel).

BACA JUGA:Polres Bengkalis Bedah Rumah Ratna Juwita, Wujud Nyata Polri Untuk Masyarakat

"Di lantai bursa penjualan, harga rata-rata CPO melonjak tajam sebesar Rp277,49 per kilogram, sementara harga kernel melambung lebih tinggi dengan kenaikan mencapai Rp373 per kilogram dibanding pekan lalu," katanya.

Dalam kalkulasi terperinci periode ini, tim menggunakan instrumen indeks K sebesar 92,45% dengan nilai cangkang yang dipatok pada Rp23,11 per kilogram.

Di sisi lain, performa rata-rata harga pasar mencatat angka yang sangat menjanjikan, di mana CPO bertengger di Rp15.541,13 per kilogram dan kernel sukses menyentuh angka Rp13.319,00 per kilogram.

Guna mengantisipasi dinamika pasar, Defris menggarisbawahi bahwa andai ada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang absen melakukan penjualan, tim sudah menyiapkan jaring pengaman regulasi.

BACA JUGA:Sumur Bor Polres Bengkalis Atasi Krisis Air Bersih Warga Kelurahan Damon

Sumber: