Marc Marquez Masih Haus Gelar meski Tembus 100 Kemenangan

Marc Marquez Masih Haus Gelar meski Tembus 100 Kemenangan

Marc Marquez (8), Image: @marcmarquez93 / Instagram--

finnews.id - Marc Marquez kembali membuktikan bahwa dirinya belum habis. Kemenangan pada MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park bukan sekadar menambah koleksi trofi, tetapi juga mengantarkannya ke tonggak bersejarah: 100 kemenangan Grand Prix sepanjang karier.

Pencapaian tersebut menempatkan pembalap Ducati Lenovo itu dalam kelompok elite balap motor dunia. Hingga saat ini, hanya dua nama yang masih berada di atas Marquez dalam daftar pembalap dengan kemenangan Grand Prix terbanyak sepanjang sejarah, yakni Giacomo Agostini dan Valentino Rossi.

Agostini masih memimpin dengan 122 kemenangan, sementara Rossi mengoleksi 115 kemenangan. Dengan raihan 100 kemenangan, Marquez kini berada di posisi ketiga dan berpeluang terus memperkecil selisih jika mampu menjaga performa dalam beberapa musim ke depan.

Meski telah mencetak sejarah, Marquez justru mengaku pencapaian tersebut melampaui ekspektasinya sendiri. Menurut pembalap asal Spanyol itu, perjalanan kariernya dipenuhi berbagai tantangan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Ada banyak pasang surut dalam karier saya, terutama sejak 2020, tetapi 100 kemenangan adalah angka yang sangat besar," ujar Marquez.

"Saya berada di dekat nama-nama besar, para legenda. Dalam karier saya, saya telah melakukan lebih dari yang saya harapkan," lanjut juara dunia MotoGP tersebut.

Pernyataan itu terasa masuk akal jika melihat perjalanan Marquez dalam beberapa tahun terakhir. Cedera lengan yang dialaminya sejak 2020 menjadi titik balik dalam kariernya. Ia harus menjalani sejumlah operasi dan melewati masa pemulihan panjang yang sempat memunculkan keraguan apakah dirinya bisa kembali ke level terbaik.

Tantangan kembali datang musim lalu ketika Marquez mengalami cedera bahu setelah insiden di MotoGP Mandalika. Cedera tersebut bahkan mengharuskannya menjalani operasi untuk mengatasi saraf radial yang terjepit.

Karena itu, kemenangan di Hungaria memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar tambahan statistik. Marquez mengaku perjuangan untuk kembali merasakan podium tertinggi lebih berat secara mental dibanding fisik.

"Kembali menang setelah cedera terakhir di Indonesia adalah sesuatu yang sulit secara fisik, tetapi lebih sulit lagi secara mental," ungkapnya.

Marquez juga mengenang beberapa kemenangan paling berkesan dalam kariernya. Salah satunya adalah Moto2 Valencia 2012, ketika ia memulai balapan dari posisi ke-33 atau paling belakang akibat penalti. Meski demikian, ia mampu melakukan comeback luar biasa dan meraih kemenangan.

Di kelas MotoGP, kemenangan di Austin 2013 juga menempati tempat spesial. Saat itu, Marquez memenangkan balapan hanya dalam penampilan keduanya di kelas utama, sebuah prestasi yang langsung menegaskan bakat istimewanya.

Kini, setelah mencapai 100 kemenangan Grand Prix, masa depan Marquez kembali menjadi sorotan. Bersama Ducati, ia terlihat semakin kompetitif dan perlahan kembali ke performa terbaiknya.

Jika mampu mempertahankan konsistensi dan terhindar dari cedera, bukan tidak mungkin Marquez akan terus mendekati rekor milik Rossi dan Agostini. Bahkan, peluang untuk mencatat sejarah baru masih terbuka lebar.

 

Bagi Marquez, kemenangan ke-100 bukanlah garis akhir. Sebaliknya, pencapaian itu bisa menjadi awal dari babak baru dalam upayanya menambah warisan sebagai salah satu pembalap terbesar yang pernah menghiasi dunia MotoGP.

Sumber: