Bagnaia Akui Honda Jadi Momok saat Start MotoGP

Bagnaia Akui Honda Jadi Momok saat Start MotoGP

Joan Mir, Image: @joanmir36official / Instagram--

riau.disway.id - Francesco Bagnaia membuat pengakuan menarik soal persaingan teknis di MotoGP 2026. Meski membela Ducati, pembalap asal Italia itu justru menyebut Honda RC213V sebagai motor dengan kemampuan start terbaik di grid saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Bagnaia pada akhir pekan MotoGP Balaton Park. Menurutnya, keunggulan Honda saat lampu start padam begitu besar hingga para rival berisiko langsung kehilangan posisi dalam hitungan detik.

Honda Punya Keunggulan yang Sulit Ditandingi

Bagi Bagnaia, kemampuan start Honda sudah terbukti dalam beberapa musim terakhir. Pembalap berjuluk Pecco itu bahkan memperingatkan rival-rivalnya agar tidak terlalu dekat dengan motor Honda ketika balapan dimulai.

"Saat ini Honda adalah motor yang start-nya paling baik," kata Bagnaia.

"Ketika Anda berada dekat dengan Honda saat start, secara harfiah Anda akan kehilangan posisi."

Pernyataan tersebut cukup mengejutkan karena Honda saat ini belum berada di puncak klasemen konstruktor MotoGP. Namun, performa start yang impresif menunjukkan bahwa RC213V memiliki keunggulan teknis yang belum tentu dimiliki para pesaingnya.

Di MotoGP modern, fase start sering kali menjadi penentu jalannya balapan. Pembalap yang mampu melesat lebih cepat memiliki peluang lebih besar untuk mengontrol ritme sejak lap pertama.

Rekor Akselerasi RC213V Pernah Bikin Kagum Marini

Kehebatan Honda dalam urusan start sebenarnya telah terungkap sejak musim lalu. Pembalap pabrikan Honda, Luca Marini, pernah mengungkapkan bahwa ia mencatat akselerasi 0-100 km/jam terbaik sepanjang kariernya saat melakukan latihan start menggunakan RC213V.

Catatan waktunya diyakini berada di bawah dua detik, sebuah angka yang menunjukkan betapa agresifnya karakter motor Honda ketika berakselerasi dari posisi diam.

Marini bahkan mengakui bahwa performa start RC213V jauh lebih baik dibandingkan motor Ducati yang pernah digunakannya saat membela VR46.

Keunggulan tersebut menjadi salah satu senjata penting Honda untuk menutupi kekurangan di area lain selama musim 2026.

Ducati Masih Cari Solusi untuk Masalah Start

Sementara Honda mendapat pujian, Ducati justru menghadapi tantangan tersendiri. Bagnaia mengakui bahwa performa start Desmosedici musim ini tidak sebaik beberapa tahun sebelumnya.

Menurutnya, Ducati kehilangan sebagian performa start yang sempat menjadi keunggulan pada 2024. Masalah wheelie dan traksi masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya teratasi.

Meski demikian, Bagnaia melihat tanda-tanda positif setelah Ducati melakukan sejumlah penyesuaian pada sistem elektronik saat MotoGP Mugello.

Sumber: