Penumpang Kapal Hondius Dievakuasi usai Dugaan Wabah Hantavirus
Hantavirus, Image: DALLĀ·E 3--
riau.disway.id - Kapal ekspedisi Hondius menjadi perhatian internasional setelah sejumlah penumpangnya diduga terpapar hantavirus selama perjalanan dari Amerika Selatan. Situasi di atas kapal berubah mencekam ketika beberapa orang mulai mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus tersebut.
Saat kapal tiba di wilayah Kepulauan Canary, proses evakuasi langsung dilakukan dengan prosedur kesehatan ketat. Dari kejauhan, para penumpang terlihat mengenakan masker medis putih sambil berdiri di dek kapal maupun di balik jendela kabin.
Evakuasi pertama berlangsung pada Minggu pagi. Penumpang dipindahkan menggunakan kapal kecil menuju daratan dengan pengawasan petugas kesehatan berbaju pelindung lengkap.
Suasana evakuasi tampak berbeda dari pelayaran wisata biasa. Penumpang duduk berjauhan satu sama lain sambil membawa ponsel untuk merekam proses penyelamatan tersebut. Ketika kendaraan pengangkut bergerak menuju bandara, beberapa penumpang asal Inggris yang memakai APD biru sempat melambaikan tangan kepada wartawan.
Virus yang Diduga Berasal dari Amerika Selatan
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, sebagian penumpang diduga terpapar strain Andes dari hantavirus saat melakukan perjalanan di Amerika Selatan. Jenis ini termasuk yang paling diawasi karena memiliki kemungkinan penularan antarmanusia.
Sebagian besar hantavirus biasanya menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus. Virus dapat berpindah ke manusia lewat paparan urine, air liur, atau kotoran hewan yang telah terinfeksi.
Kasus di kapal Hondius menarik perhatian karena muncul dalam lingkungan tertutup dengan mobilitas tinggi antarpenumpang.
Gejala yang Dialami Penumpang
Beberapa penumpang mulai menunjukkan tanda-tanda yang identik dengan infeksi hantavirus. Gejala yang dilaporkan meliputi:
- Demam tinggi
- Tubuh lemas berlebihan
- Nyeri otot
- Gangguan pencernaan
- Muntah dan diare
- Kesulitan bernapas
Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang cepat menjadi gangguan paru-paru serius yang membahayakan nyawa.
Dua Kasus Kematian Dilaporkan
Wabah ini semakin menjadi sorotan setelah dua penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Kematian pertama terjadi pada 11 April. Sementara korban kedua meninggal pada 2 Mei setelah kondisi kesehatannya memburuk.
Selain itu, seorang perempuan Belanda berusia 69 tahun yang turun dari kapal di St Helena pada 24 April juga meninggal dunia di Afrika Selatan dua hari kemudian.
Rangkaian kasus tersebut membuat otoritas kesehatan internasional meningkatkan pemantauan terhadap seluruh penumpang dan kru kapal.
Kekhawatiran Penyebaran di Kepulauan Canary
Kedatangan Hondius sempat memicu penolakan dari sebagian pihak di Kepulauan Canary. Presiden regional Canary Islands menyatakan kekhawatiran bahwa virus dapat menyebar ke Tenerife jika penanganan tidak dilakukan secara maksimal.
Karena itu, seluruh proses penurunan penumpang dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Pemeriksaan medis dan pengawasan lanjutan juga diterapkan untuk memastikan tidak ada penyebaran tambahan.
Penutup
Kasus dugaan wabah hantavirus di kapal Hondius menunjukkan bagaimana perjalanan internasional dapat menjadi tantangan besar dalam pengendalian penyakit menular. Lingkungan kapal yang tertutup membuat pengawasan kesehatan harus dilakukan secara cepat dan disiplin.
Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa hantavirus masih menjadi ancaman serius di beberapa wilayah dunia, terutama jika berkaitan dengan strain yang memiliki potensi penularan antarmanusia.
Referensi:
BBC News
World Health Organization (WHO)
Sumber: