Awas! Virus Nipah Mengintai RI, Wamenkes Benjamin Perintahkan Bandara Siaga Satu
Wamenkes Benjamin perintahkan bandara siaga satu hadapi virus Nipah. Alat deteksi suhu disiagakan di pintu masuk internasional guna cegah penularan dari India--
RIAU, DISWAY.ID - Kabar mengejutkan datang dari sektor kesehatan global yang bikin kita harus ekstra waspada! Pemerintah Indonesia resmi memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk internasional setelah virus Nipah kembali mengganas di India. Ancaman ini tidak main-main karena hingga detik ini, para ahli belum menemukan satu pun vaksin atau obat penawar khusus untuk mematikan virus mematikan tersebut.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus, langsung mengambil langkah cepat dengan mengaktifkan status siaga satu di bandara-bandara besar. Pemerintah tidak ingin kecolongan seperti masa lalu, mengingat virus yang pertama kali muncul pada 1998 ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi jika sampai menular ke manusia.
Bandara Jadi Benteng Pertahanan: Skrining Suhu Tubuh Diperketat!
Kementerian Kesehatan kini mengandalkan teknologi deteksi dini untuk memantau setiap penumpang yang datang dari luar negeri. Alat pemantau suhu tubuh kini menjadi garda terdepan di terminal kedatangan internasional guna menyaring siapa pun yang menunjukkan gejala demam tinggi.
"Di Indonesia otomatis sudah melakukan skrining. Kita punya alat deteksi di bandara, yang mana pasien dengan suhu tinggi sudah bisa langsung dideteksi," tegas Wamenkes Benjamin dalam keterangan resminya pada Kamis (29/1/2026).
Langkah ini bertujuan untuk memastikan stabilitas kesehatan nasional tetap terjaga. Meskipun protokolnya belum se-ekstrem masa pandemi COVID-19, pemerintah tetap memantau ketat pergerakan orang, terutama mereka yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah terdampak.
India Lockdown Total, Thailand Mulai Agresif Skrining Pendatang
Situasi di negara tetangga, India, dilaporkan semakin tegang. Otoritas setempat bahkan sudah menerapkan kebijakan lockdown di wilayah yang menjadi titik pusat penularan demi memutus rantai penyebaran ke negara lain. Sementara itu, Thailand juga mulai melakukan pengecekan kesehatan secara agresif terhadap para turis dan pendatang.
Fokus utama pemerintah Indonesia saat ini adalah mengawasi wilayah yang memiliki konektivitas penerbangan tinggi dengan India dan Thailand. Hal ini penting karena mobilitas orang antarnegara menjadi faktor risiko terbesar masuknya patogen berbahaya ke tanah air.
Wamenkes: Belum Ada Skrining Massal Layaknya Era Pandemi
Meskipun status waspada sudah naik, Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Hingga saat ini, pemerintah belum memberlakukan aturan tes kesehatan massal yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia karena virus tersebut memang belum terdeteksi masuk ke wilayah nusantara.
"Jadi belum sampai di Indonesia. Skrining seperti COVID memang belum kita lakukan, namun alat deteksi suhu tetap menjadi garda depan kita saat ini," pungkas Benjamin menutup penjelasannya.
Tetap jaga kesehatan dan pastikan kamu selalu mencuci tangan serta menjaga imunitas tubuh. Kesigapan pemerintah di pintu masuk negara adalah solusi awal, namun kesadaran kita dalam memantau gejala kesehatan diri sendiri tetap menjadi kunci utama menghadapi ancaman virus baru ini. (*)
Sumber: